Sucikan Hati Memasuki Bulan Suci

Pintu gerbang Ramadhan sudah berada diambang mata. Nuansa Ramadhan seakan-akan sudah terasa. Tinggal menunggu beberapa hari lagi maka bulan suci Ramadhan akan menyapa.

Sekarang masih berada di bulan Sya’ban, Setiap Waktu-waktu yang dilewati, masing-masing mempunyai kelebihan dan keutamaan yang berbeda. Oleh karena itu harus bisa memperlakukannya secara proposional. Termasuk juga dalam menyiapkan kedatangan bulan suci Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan. Sebagai seorang muslim tentulah kita tidak ingin melewatkan begitu saja keistemewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan. Untuk menanamkan kecintaan terhadap bulan Ramadhan, mulai dari sekaranglah waktunya bagi kita untuk mempersiapkan diri menjelang kedatangan bulan yang lebih baik dari seribu bulan yaitu bulan suci Ramadhan.




Banyak persiapan-persiapan yang harus diperhatikan untuk menghadapi bulan yang suci ini. Salah satu persiapan ringan yang kadang masih banyak dilupakan yaitu membudayakan sikap saling meminta maaf antar sesama sebelum memasuki pintu gerbang Ramadhan. Hanya segelintir orang yang masih menanamkan budaya ini, karena bagi sebagian besar memaknai kalau budaya saling memaafkan itu hanya terjadi ketika Hari Lebaran. Padahal budaya saling memaafkn ini juga perlu ditanamkan ketika seseorang ingin memasuki pintu gerbang bulan yang suci yaitu bulan Ramadhan. Adanya saling memaafkan atas semua kesalahan yang telah diperbuat selama perjalanan di bulan-bulan sebelum Ramadhan merupakan suatu ajang untuk mensucikan diri dari segala dosa yang kadang tidak disadari telah diperbuat. Menumbuhkan rasa saling memaafkan ini membuat seseorang akan terasa lapang secara hati dan fisik menjelang bulan Ramadhan sehingga niat untuk menjalankan ibadah suci selama bulan Ramadhan tidak terganggu oleh pertarungan batin yang membuat seseorang bisa tidak konsentrasi secara sempurna menjalankan ibadah. Jangan dengan sesama manusia kita dianjurkan untuk saling meminta maaf, maka sebelum memasuki bulan suci inipun kita juga sudah dianjurkan untuk sesering mungkin mengucapkan kalimat istighfar dan memohon ampun kepada Allah swt.

Satu lagi kebiasaan unik yang patut terus ditanamkan ketika menuju gerbang Ramadhan yaitu kebiasaan saling mengembalikan hak-hak orang lain, antara lain mengembalikan semua barang yang pernah dipinjam tanpa sengaja atau disengaja dalam kurun waktu yang lama tidak dikembalikan sama pemilik aslinya dan sesegera mungkin melunasi semua hutang yang pernah dijalani. Mungkin bagi sebgian besar orang tidak terlalu memperhatikan kebiasaan ini, namun apabila kita telusuri lebih mendalam kebiasan ini sangatlah bagus karena menjadikan kita lebih teliti dalam meminjam hak-hak orang lain. Ibarat orang mau meninggal dunia, sangat diharapakan khusnul khatimah yang didapat dan salah satu cara menggapai harapan itu yaitu harus mengembalikan hak-hak orang lain yang pernah dipinjam. Sama juga ketika diri kita ingin memasuki bulan yang suci maka sucikan dulu hati dan batin kita dari hal-hal yang tidak berkenan apalagi itu bersangkutan dengan hak orang lain.

Secara garis besar persiapan apa yang harus kita persiapkan dalam rangka menyongsong kedatangan tamu agung ini? Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan agar kita mampu untuk mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan kegiatan yang dapat menambah amalan kita ketika kita menghadap Allah SWT. Diantara persiapan tersebut yaitu Persiapan Keimanan. persiapan yang paling utama untuk memasuki bulan suci ini yaitu persiapan keimanan, karena kekuatan iman-lah yang akan menjadi motor penggerak segala bentuk ibadah yang akan kita lakukan. Apabila kita membaca kembali sejarah Rasulullah saw dan para sahaba, betapa persiapan mereka dari sisi keimanan ini sangat luar biasa, yaitu dengan melaksanakan shaum-shaum sunnah di bulan Sya'ban. Hal tersebut mereka lakukan dalam rangka mempersiapkan dan menyongsong kedatangan bulan nan suci yaitu bulan Ramadhan. Disamping itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar agar kedatangan bulan suci ini kita sambut dengan hati bersih dari segala bentuk dosa dan perselisihan, rasa dengki dan penyakit-penyakit hati yang lainnya.

Persiapan Akhlak. Tak sedikit umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan hanya untuk menahan lapar dan dahaga saja, tanpa ada keistemewaan yang dia dapatkan dibalik pelaksanaan ibadah puasa tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Berapa banyak orang yang shaum, namun mereka tidak mendapatkan dari shaum mereka kecuali lapar dan dahaga" (HR.Thabrani, Ahmad dan Baihaqi). Jadi supaya puasa yang kita laksanakan berkualitas, maka persiapkanlah diri dengan akhlak yang terjaga dengan baik, seperti menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang dan menjaga lisan dari ucapan yang kotor. Intinya, kita harus menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat.

Persiapan yang selanjutnya yaitu Persiapan Fisik. Badan kita adalah salah satu bagian yang juga harus kita siapkan dalam menyongsong bulan Ramadhan. Tanpa badan yang sehat kita tidak akan mampu melaksanakan berbagai macam kegiatan dalam menjalankan ibadah puasa. Rasulullah saw pernah bersabda "Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah". Artinya, setiapkali kita menjalankan ibadah, terlebih lagi ibadah puasa, maka fisik kita harus tetap terlihat fit, agar ibadah yang kita laksanakan bisa optimal dan maksimal. Kesempatan menuai berjuta-juta pahala dan kebaikan dalam bulan suci ini jangan pernah kita lewatkan hanya karena tidak didukung oleh fisik yang sehat dan kuat.

Persiapan keilmuan. Agar ibadah Ramadhan yang kita laksanakan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan keilmuan yang cukup agar ibadah Ramadhan yang kita lalui berjalan benar dan lancar. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa mempersiapkan bekal keilmuan tentang Ramadhan yaitu dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai perintah Allah dan tuntunan Rasulullah saw. Inilah diantara empat persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Diharapkan dengan berbekal persiapan yang ada membuat kita semakin semangat menghadapi dan memasuki gerbang suci bulan Ramadhan ini. Dengan itu pula bisa menanamkan harapan yan gmendalam bahwa Ramadhan kita kali ini merupakan Ramadhan terbaik dari Ramadhan yang telah lalu.






0 komentar:

Post a Comment