Adipura Banjarmasin Antara Impian dan Kenyataan

Menciptakan lingkungan bersih merupakan suatu kata yang cukup mudah diucapkan namun cukup sulit dilakukan. Perlu kesadaran tingkat tinggi apabila suasana bersih itu ingin diwujudkan. Tidak ada satu orangpun yang menyukai lingkungan yang kotor. Lingkungan yang kotor selalu diidentikkan dengan banyaknya sarang penyakit. Lingkungan yang kotor juga memberi dampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya karena akan banyak menimbulkan polusi tanah, air dan udara. Antara tanah, air dan udara saling memiliki keterkaitan dalam hal ekosistem. Satu aja keseimbangan itu terganggu maka yang lainnya akan ikut terganggu sehingga pemanasan global mudah terjadi.

Akibat ulah tangan manusia maka akan memberi dampak buruk terhadap manusia itu sendiri. Memulai hidup bersih dalam tingkat yang rendah yaitu diri sendiri, apabila dilakukan secara bertahap akan menjadi kebiasaan yang mudah untuk dilakukan tanpa ada rasa beban. Apabila kebiasaan ini telah tertanam dalam setiap diri masyarakat maka untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi seperti kebersihan dalam kota bukan hal yang sulit lagi untuk dilakukan.




Akhir-akhir ini gaung adipura sudah sering menggema di masyarakat. Penghargaan ini cukup menjadi sebuah motivasi bagi semua kota yang mengikutinya. Program Adipura adalah program yang sangat populis di Pemerintah Daerah dan seluruh lapisan masyarakat, terbukti hampir semua masyarakat mengetahui adipura sebagai lambang supremasi tingkat kebersihan, keindahan dan kesejukan suatu daerah. Adipura suatu program yang mampu menggali potensi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung yakni melalui kegiatan kebersihan, penanaman, pemeliharaan sampai dengan pemilahan, pengolahan dan daur ulang sampah.

Oleh karena itu adanya program adipura ini seharusnya semakin memicu kita untuk bisa menciptakan suatu lingkungan yang bersih dan nyaman. Dampak positif dari penghargaan adipura ini sangat banyak bagi lingkungan baik bagi masyarakat ataupun bagi lingkungan hidup disekitar kita.

Namun lain halnya yang terjadi di kota Banjarmasin sekarang ini. Banyak wacana yang beredar kalau Banjarmasin belum siap ikut dalam penghargaan ini. Kriteria yang berlaku dalam penilaian memang semakin diperketat. Kebersihan dinilai dari beberapa aspek antara lain tata ruang kota, penghijauan atau jalur hijau yang di dalam kota. Adapula sejumlah kriteria tambahan, yang disebutkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmasi Kurdi, yaitu penilaian atas kualitas air, kualitas udara, tingkat partisipasi masyarakat, dan tingkat kedisiplinan dalam berlalu lintas.

Banjarmasin sangat dikenal dengan julukan kota seribu sungai. Keberadaan sungai bisa menjadi salah satu parameter penilaian dalam tingkat kebersihan pada penghargaan adipura kali ini. Sungai menjadi satu poin yang dinaggap bisa menurunkan penilaian karena keberadaan sungai masih belum bersih, banyak sampah yang dibuang sembarangan ke sungai ditambah lagi banyak bangunan liar yang menghiasi pinggir-pinggir sungai. Dari segi penghijauan kota, kalau kita lihat memang telah ada sebagian tempat ditemukan pohon teduh yang mulai dipelihara dengan baik.

Walaupun ajang penghargaan adipura sudah diambang mata dan Pemerintah Kota Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan tidak menargetkan masuk peringkat atau mendapat penghargaan kebersihan berupa anugerah Adipura tahun 2011 seperti yang dikemukakan oleh Walikota Banjarmasin. Karena dilihat dari ketatnya kriteria penilaian namun hal itu bukan berarti membuat pemerintah daerah ataupun masyarakat menjadi pesimis. Dari sinilah kita dapat menyimpulkan bahwa masih banyak tugas-tugas pemerintah daerah yang harus dibenahi. Hal ini bukanlah tugas pemerintah daerah saja melainkan hal ini juga merupakan salah satu tanggung jawab dari masyarakat. Menciptakan lingkungan bersih menjadi tanggung jawab bersama.

Dari sinilah seharusnya kita memulai lagi untuk menanamkan kesadaran bersama akan pentingnya kebersihan yang bisa memberi dampak positif bagi semuanya. Kita yakin, kita tidak sekedar mengejar piala penghargaan berupa Adipura tapi lebih dari itu yaitu pentingnya kesehatan buat lingkungan yang bisa ditimbulkan karena lingkungan dalam keadaan bersih.

Meski penghargaan Adipura tidak ditargetkan namun penghargaan itu tetap menjadi impian kota Banjarmasin. Lewat kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat maka impian itu bisa menjadi kenyataan yang mutlak suatu hari nanti.

Mulai dari sekaranglah kerjasama itu dibentuk dan dilakukan dengan harapan seluruh masyarakat Banjarmasin dapat berpartisipasi guna menciptakan kota yang bersih agar dapat meraih peningkatan nilai Adipura di tahun 2011 ini.

Partisipasi untuk menciptakan lingkungan bersih, dimulai dari kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai atau sembarangan membuang kemana saja. peduli terhadap upaya menciptakan keteduhan, seperti menanam pohon peneduh dan memeliharanya sehingga bisa berfungsi sebagai penyejuk dan keindahan kota. Tata letak keberadaan pasar tradisional lebih di tata dengan baik sehingga kerapian para penjual dalam menjual barang dagangan bisa terlihat dengan baik. Memelihara sarana dan prasarana sosial dengan baik pula.

Terciptanya hal tersebut pasti menjadi sebuah keinginan besar kita semua. Sehingga orang-orang yang mengunjungi kota Banjarmasin menjadi semakin tertarik untuk lebih sering mengunjungi kota Banjarmasin yang indah, bersih dan sejuk. Hal ini juga akan semakin memicu smeangat kita untuk mewujudkan impian pemerintah dan masyarakat mejadi sebuah kenyataan dalam meraih penghargaan Adipura. Mulailah dari sekarang wujudkan impian itu menjadi kenyataan.

0 komentar:

Post a Comment