My Beloved Son


sayang…..

14 Januari 2009….pukul 12.50….perjuanganmu untuk keluar dari rahim bunda berhasil…
dengan susah payah kau menjalani hari-hari kehidupanmu di dunia ini, jauh dari bunda, berada dalam inkubator yang sangat jauh dari pelukan bunda…..maafkan bunda sayang….
denyut nafasmu, gerak tangan dan kakimu masih mengingatkan bunda ketika kau masih dalam rahim ini….
kecilnya jari tangan dan kakimu membuat bunda tidak mau pergi dari sisimu walau hanya itu yang bisa bunda pegang, bunda belum bisa memelukmu bahkan menciummu….




17 Januari 2009…..akhirnya bunda bisa memelukmu dalam pelukan ini, bisa membelai wajahmu yang halus, memegang jari tangan dan kakimu…
sayang….kau mulai belajar untuk menyusu. walau dengan susah payah….kasihan bayi kecilku baru bisa merasakan hangatnya dekapan ayah dan bundanya….

1 hari…ayah dan bunda merasakan kebahagiaan ini, bermesraan denganmu, mendengar tangisanmu, merasakan tatapanmu yang seakan-akan ingin mengenal lebih dekat ayah dan bundanya…….
sayang…..
hanya 1 hari itu, kini kau sudah meninggalkan kami untuk selamanya.

18 Januari 2009…..pukul 07.00….kau pergi untuk selamanya, meninggalkan sayatan luka di hati ayah dan bunda….

sayang….

bener kata ayah, KAU ADALAH ANAK SYURGA…….kau lebih disayangi dan dicintai Allah

Ya Allah….ampuni kami seandainya kami terlalu lalai dengan-Mu
beri hati kami keikhlasan, ketabahan, dan kesabaran dengan cobaan yang Kau berikan ini…..
berilah nantinya kami pengganti yang lebih baik lagi….
kepada-MU kami memohon ampunan, berserah diri dan bertawakal….


Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu, dihatiku sungguh bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup...dibawah batu nisan kini tlah kusadarkan kasih sayangku begitu dalam sunggugku tak sanggup ini terjadi karena kusangat cinta...(ST 12)

 

(kenanganku dengan putra pertamaku "Arya")

0 komentar:

Post a Comment