Seribu Rupiah Terakhir Yang Menyelamatkan Hidup Kami




Kehidupan manusia memang penuh dengan permasalahan yang rumit. Apalagi zaman sekarang, kehidupan serasa semakin susah apalagi bagi masyarakat lapisan bawah terasa begitu menyesakkan hati dan perasaan. Satu sama lain sudah saling tidak peduli dan tidak ada lagi yang mau empati dengan sesama.

Semua manusia hanya ingin menyelamatkan diri masing-masing. Rasa iba ingin membantu mungkin sudah tergerus dengan keadaan zaman yang semakin mencekik nurani. Tidak akan ada lagi tempat untuk bergantung, berharap maupun meminta. Jika kita mengharapkan manusia maka siap-siaplah kita akan akan kecewa.





Jangan gantungkan harapan kita pada siapapun, saudara, orangtua, tetangga, kawan, anak atau siapapun itu karena semua itu tidak akan bisa membantu kita dalam hal bagaimanapun. Serahkan semua urusan hanya pada Allah, karena Dialah yang Maha Kuat Mengatur segalanya.

Samahalnya ketika suatu keadaan mengharuskan kita pasrah total hanya pada Allah. Ketika kesempitan ekonomi yang terus mendera pada siapa lagi kita harus berpasrah? Ketika uang ditangan hanya tinggal seribu rupiah? di zaman sekarang dengan uang segitu apa yang bisa kita dapat? perih hati ini jika harus memikirkan hari esok yang terasa sangat gelap.



 Terus berjalan menyusuri lorong waktu berharap sang waktu bisa berhenti kala itu juga supaya tidak ada yang tersakiti lagi karena keadaan. Sangat bersyukur secercah iman masih ada tertanam direlung kalbu, sehingga secercah cahaya masih menuntun langkah ini untuk terus berpasrah membawa uang seribu kerumah Allah yang Mulia.

 Dikala hati sedang gelisah, menghampiri seorang nenek tua diujung sajadah yang lusuh. Menyeka airmata yang hampir jatuh di pelipis mata sambil bergumam didalam hati ternyata ada orang lain yang lebih buruk nasibnya daripada diri ini. Kuletakkan sisa uang terakhir yang kupunya di sajadah nenek tersebut sambil terus berlalu lewat doa semoga sang nenek bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik.

 Sesampai dirumah, sunyi senyap tanpa kata. Tanpa tahu apa yang mesti dilakukan sampai ketukan pintu serasa tidak terdengar bahkan teriakan anak-anak serasa hilang ditelan masa. Semua terasa mukjizat dari-Mu ya Allah, tetangga jauh ada hajatan sehingga dikasih makanan yang sangat banyak. Suara sms hp berdering beberapa kali ketika dibuka, MasyaAllah ada teman lama yang bayar hutang. Tak henti airmata ini mengalir mengucap syukur pada-Mu ya Allah tanpa hitungan lama Kau ganti berlipat-lipat. Semua kesukaran akan sirna apabila Kau sudah berkehendak semuanya mudah. Hanya tersisa seribu rupiah, Kau ganti beribu-ribu yang lainnya.

0 komentar:

Post a Comment