Tangisan Yang Sempurna



Ibu tidak bisa kutulis dengan kata apapun tentang dirimu.  Tidak bisa kugambarkan dengan apapun sosok dirimu.  Ibu aku tak bisa menjelaskan tentang dirimu. 
bagiku ibu adalah sosok figur yang paling dibutuhkan. Tidak ada kata yang dapat mewakili kesempurnaan ibu. Kesempurnaan ibu yang terpancar dari paras eloknya dan juga kesempurnaan batinnya.


Lewat jari-jari lembutnya ibu tak berhenti mengelus kepala anak-anaknya dengan penuh rasa kasih sayang yang tulus.
sorotan matanya yang tegas namun penuh cinta telah menghalangi anak-anaknya untuk melakukan apa yang telah menjadi larangan.
Dimataku  beliau begitu sempurna, beliau telah menduduki tempat teristimewa di relung hati yang paling dalam. Mungkin untuk mengartikan sosok ibu aku belumlah sempurna seperti sesempurna cinta kasih ibu yang telah beliau berikan padaku.
Ibu adalah malaikat yang dikirimkan oleh Allah untuk menjagaku, membesarkanku, mendidikku,
menenangkan saat menangis,
mendekap saat sakit dan kedinginan.
Ibu, sosok yang gigih mengarungi dahsyatnya arus kehidupan ini, Tidak pernah terdengar sedikitpun keluhan dibibirnya.
Ibu adalah seorang yang sudah melahirkan kita ke dunia ini. Dengan segala beban, perjuangan dan tetes keringat. Tidak ada satu pun yang dapat menggantikan posisi seorang ibu dihati kita, juga apa yang sudah beliau berikan untuk kita. Namun apakah kita sebagai anak dapat memahami itu semua, segala apa yang sudah beliau lakukan untuk kita, walaupun sudah berbagai cara untuk ibu kita bahagia.
Mungkin kita tidak menyadari apa yang sudah beliau perjuangkan untuk melahirkan kita.Seharusnya dengan itu semua kita dapat menyayangi ibu membasuh kedua kakinya dengan air sebagai pengabdian seorang anak yang tak akan pernah tergantikan oleh apa pun.
Seringkali kita tidak pernah membayangkannya, seperti kegelisahan seorang ibu yang pada saat itu sedang mengandung kita sebelum akhirnya kita dilahirkan dari rahimnya. Dengan sekuat tenaga beliau menahan semua penderitaan serta beban yang ditanggung demi seorang anak yang sedang dikandungnya dalam aktivitas apa pun. 
Namun kegelisahaan seorang ibu itu merupakan hal yang sangat berat, karena pada saat melahirkan ibu sangat cemas dengan keadaan anaknya sebelum akhirnya anak itu dapat dilahirkan sampai-sampai beliau tidak mencemaskan keadaannya sendiri. Melainkan beliau hanya mengutamakan keselamatan anaknya dari pada mencemaskan keadaannya tersebut.
Sungguh, kecemasan atau pun segala kegelisahan yang pernah dialami ibu kita itu sangat besar dan berisiko terhadap keadaannya pada saat itu. Ibu kita tidak peduli walau beliau harus mati hanya untuk menolong seorang anak yang dilahirkannya dari pada anak nya yang harus mati akibat nyawa anak nya tidak tertolong.
Meskipun sekarang aku sudah tidak memiliki seorang ibu tapi aku pernah memiliki seorang ibu yang tangguh. Ibu yang sangat luar biasa. Sekarang beliau sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Sekarang aku juga menyandang gelar seorang ibu dari anak-anakku.  Tapi aku tidaklah bisa seperti ibuku.  Ibu terlalu sempurna dimataku.  Aku tidak memiliki kesempurnaan itu.
Ibu, dihari dimana waktu dirimu mulai beranjak meninggalkan kami anak-anakmu.  Ada aliran tangis menyertai kepergianmu.  Ada kehampaan dalam diri.
Ibu, tangisanku menyertai kepergianmu.
Ada satu kata yang selalu kuingat darimu kalau aku lagi sedih "jadikan setiap tangisanmu itu sempurna nak..!
sempurna dihadapan Rabb-Mu
karena dengan menyempurnakan tangisan dihadapan Allah hati akan lapang karena Allah selalu mengdengarkan setiap tangisan kita.
Ibu, sekarang dirimu sudah tidak ada disampingku. Sewaktu dirimu masih ada lidah ini terlalu sungkan untuk mengucapkan "Aku sayang ibu".  Sekarang beribu ucapan sayang tidaklah bisa kau dengarkan lagi.
Menjadi pelajaran berharga buat kita semua, hargailah, ekspresikan rasa sayang pada orang yang disayangi selagi mereka masih bersama kita.
Jasa seorang ibu tidaklah bisa kita balas.  Beribu emas berlian yang diberikan untuk ibu tidaklah cukup membalas semua jasanya.  Sangatlah pantas Syurga itu ada di telapak kaki ibu.  Sungguh sangatlah pantas sampai Rasulullah-pun menyuruh kita berbakti pada ibu sampai-sampai Rasul menjawab 3x "ibumu...ibumu...ibumu..."
Kehadiran seorang ibu sangat berarti bagi kehidupan.  Ketika ibu sudah tiada barulah terasa hampanya hidup tanpa ibu, karena kehadiran ibu ibarat urat nadi dalam sebuah keluarga. Sayangilah ibumu selagi dirinya masih ada disamping untuk menemani dirimu.

Ya Allah titip rinduku untuk mama




Salam





#ODOP
#EstrilookCommunity
#Day11

0 komentar:

Post a Comment