Cara Mengatasi Anak yang Dijauhi oleh Temannya




 Sebagai seorang ibu tentu kita sangat sedih jika anak ditinggalkan oleh teman-temannya untuk teman yang lain tanpa sebab yang logis. Hal seperti ini bisa terjadi pada anak siapapun. Ditinggalkan oleh teman sekolah ataupun teman bermain di rumah.

 Tidak hanya kita sebagai ibu yang merasa sakit hati maka kondisi psikologis anak juga akan berdampak nyata. Anak pasti akan sangat merasa sakit hati, down, terluka yang bisa dia ekspresikan dengan menangis dan keluar pertanyaan "kenapa"





 Kalau murni sejatinya anak kalaupun berantem atau bertengkar dengan sesama temannya biasanya hanya sebentar tapi apabila ada "pihak lain" yang sudah ikut campur dengan pertengkaran anak maka biasanya berbuntut panjang. Maka dari itulah kita sebagai orangtua itu harus lebih bijaksana ketika menemukan masalah seperti ini.

 Jika hal ini terjadi pada anak kita, maka lakukan hal ini untuk membuatnya merasa lebih enak dan tenang :

 1. Berempatilah.

 Ini mungkin merupakan masalah yang cukup besar untuk anak kita, sehingga janganlah dikurangi atau dihilangkan begitu saja apa yang dirasakannya. Biarkan anak tahu kalau kita itu ada untuk mendengarkan apa saja yang ingin dikatakannya dan kita bisa juga berbagi cerita di masa lalu kita ketika kita masih kecil seperti dia anak kita.

 2. Jangan pernah menjelek-jelekkan anak lain.

 Kita sebagai ibu janganlah memperburuk keadaan dan biarkan anak-anak menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapi. Janganlah heran, kalau nantinya mereka malah berbaikan dan berteman lagi!

3. Lihatlah apa yang terjadi.

 Kadangkala anak itu tidak menyadari bahwa mungkin ia memainkan peran yang buruk dalam pertemanan. Tanyalah pada anak kita apakah mereka bertengkar atau si teman akhir-akhir ini sering marah pada dia dan apa sebabnya supaya kita tahu akar permasalahan itu ada dimana.

 4. Berbicaralah soal pertemanan.

 Teman sejati itu tidak akan meninggalkan seseorang untuk orang lain yang dianggap lebih cool. Jadi ingatkanlah anak dan doronglah dia untuk mengganti fokusnya pada teman yang lebih setia dalam pertemanan.

 Bila anak kita yang bersalah

 - Katakan padanya bahwa kita tidak merasa senang dengan cara dia mengatasi berbagai masalah yang timbul.

 - Tanyakan pada anak kita apa yang akan dirasakan jika ia diperlakukan buruk seperti itu

 - Beritahu dia bahwa anak lain tidak akan berteman dengan seseorang yang tidak bisa dipercaya.

 - Ingatkan anak kita kalau kita tetap berharap dia bersikap manis pada siapa pun.


Salam


18 komentar:

  1. Penting banget nih ilmu ini, apalagi kayak saya tahun depan anak udah mulai SD, pasti akan udah mulai banyak cerita2 soal pertemanan. Makasih share ya mba ^^

    ReplyDelete
  2. Jangankan anak-anak kalau kita yang dewasa pun merasakan dijauhi tiba-tiba juga suka down. Hehehe.

    Apalagi anak-anak ya. Memang kitanya yang sebaiknya memberikan pijakan-pijakan nyata buat mereka ya Bun?

    Terima kasih buat artikel yang bermanfaatnya

    ReplyDelete
  3. Duh ba pas banget nih, minggu lalu anak saya curhat, yg paling besar kls 3 sd. Kt nya temen2nya pada gak suka dia. sy jadi sedih.tp sy beri pemahaman, bahwa kaka itu baik, dan pasti byk yng mau berteman. Mgkn skrg tmn2nya belum tahu itu
    Eh jadi curhat 😀😀🙏

    ReplyDelete
  4. Note nih buat nanti mendampingi anakku ketika udah banyak temen mainnya

    ReplyDelete
  5. Sebagai orang tua, kita pasti sedih kalau anak-anak dijauhi teman-temannya. Tapi benar kata Mba Rini, kita jangan langsung men-judge, tetapi lebih bijak mencari tahu apa penyebabnya.

    ReplyDelete
  6. Tapi uniknya, anak-anak itu walaupun berantem, beaoknya suka tiba tiba akur lagi, berbeda dengan orang dewasa yang sampai dibawa ke hati. Jadi memang sebaiknya kita tidak "turut campur" dalam masalah anak, peran kita mungkin sebatas 'penasihat' sekaligus 'penawar' agar anak tidak merasa 'sendirian'.

    Nice artikel mba. 👍👍👍

    ReplyDelete
  7. Wah pelajaran banget ini yah. Jangan sampai kita menjelek-jelekkan anak orang lain padahal kita sendiri belum tau permasalahannya apa

    ReplyDelete
  8. Pentingnya melihat dari berbagai sudut pandang dan tidak gampang menyimpulkan -siapa yang salah ya Bun

    ReplyDelete
  9. Benar mbak, jika anak bermasalah mulailah dengan berempati padanya. Bukan menyalahkannya.

    ReplyDelete
  10. Wah, dapat ilmu lagi nih tentang parenting. Makasih bun, saya harus banyak belajar nih untuk bisa mendampingi anak sesuai rulesnya. Soalnya anak saya kalau main sama teman kadang suka dijauhi. Saya yg kadang ngerasa down. Padahal anak2 mah selow aja ya

    ReplyDelete
  11. makasih mbak sharingnya, anakku niy yang sering ditinggalin teman main di rumah, makanya dia lebih senang main di rumah ama adeknya atau minta jalan-jalan. Kalo gak ada teman, anakku dicari, kalo dah ada teman, anakku ditinggalin. Aku sampaikan ke dia, "ya bermain saja dengan yang lain, apabila gak ada, kan masih ada ibu ama adek di rumah" :)

    ReplyDelete
  12. makasih yaaa Mbak. anak-anak yang udah mulai bersosialisasi (sekolah ataupun main di luar rumah) pasti pernah mengalami dan akan mengalami hal seperti ini, tidak bisa dihindari lagi karena yaaa namanya juga anak-anak ya.
    saya juga kalau anak pulang sekolah dan laporan si A gini, si B gitu yaudah saya bilang aja gak baik gitu jangan ditiru ya, nanti bilang aja klo itu gak bagus, tapi tidak mengajarinya untuk memusuhi temannya :)

    ReplyDelete
  13. Wah, tipsnya bermanfaat sekali. Pergaulan anak2 sekarang memang harus diawasi. Masalah bully membully sering terjadi. Termasuk menjauhi teman tanpa alasan yang jelas. Sebagai orang tua kita harus pintar2 memberi masukan kepada anak agar tidak membekas dikemudian hari.

    ReplyDelete
  14. Saat anak dijauhi teman, memang sedih dan khawatir. Apalagi kemudian menyebabkan anak tidak mau sekolah, kurang percaya diri.

    ReplyDelete
  15. Noted banget nih Mbak. Ilmu parenting sederhana seperti ini patut juga diperhatikan ortu. Apalagi memang anak2 suka marahan/berantem gitu dan seperti yang mbak bilang. Berpengaruh juga ke psikologisnya. Jadi peran ortu juga sangat penting di sini.

    Btw salam kenal ya mbak dan thanks for sharingnya :)

    ReplyDelete
  16. Tips yang bermanfaat buat kita punya anak usia sekolah🤗

    ReplyDelete
  17. Jangan menjelekkan anak lain. Nah itu benar banget Mbak, biasanya anak-anak cepat berantem dan cepat berbaikan jadi kita sebagai ortu woles ajja menghadapinya...

    ReplyDelete
  18. makasih tipsnya mbak, seing terjadi pada anak-anak nih ...

    ReplyDelete