Baru duduk 5 menit, tiba-tiba si Kecil sudah gelisah dan ingin berlarian. Selalu begitu setiap saat, seperti energinya tidak akan pernah habis. Bahkan, saking bersemangatnya dalam melakukan banyak hal, Moms jadi lelah sendiri saat mengikuti gerak-geriknya.
 Ya, kemampuan si Kecil yang semakin berkembang setiap tahunnya, mulai dari berjalan, melompat, hingga berlari, membuatnya tidak bisa berhenti untuk bereksplorasi. Mungkin hal tersebut normal-normal saja karena menurut Mums si Kecil menunjukkan dirinya yang aktif. Namun, jika lama-kelamaan kebiasaan ini justru menjadikan si Kecil sulit mengontrol aktivitas serta reaksinya terhadap kejadian yang ada di sekitar, maka orang tua harus mulai waspada dan curiga. Pasalnya, kebiasaan ini bisa menjadi tanda bahwa anak sudah tergolong hiperaktif.
Perbedaan perilaku antara anak yang aktif dan hiperaktif sebenarnya sangat tipis alias tidak mudah dikenali. Namun, jika Moms lebih jeli lagi membedakannya, Moms bisa mengenali apakah si Kecil hiperaktif atau hanya sekadar aktif saja.
Perlu diketahui, anak yang aktif adalah anak yang memiliki kelebihan energi, sehingga mereka akan lebih banyak bergerak dibanding anak lainnya. Keadaan ini sangat wajar dialami oleh anak-anak. Sedangkan, anak hiperaktif adalah anak yang memiliki gangguan tingkah laku akibat perkembangan otak yang tidak normal. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh adanya gangguan pada pusat perhatian dan saraf otak motorik anak. Akibatnya, anak hiperaktif akan sulit memusatkan perhatian, pikiran, dan konsentrasi.