Penting ya Moms! Inilah Cara Mengatasi Anak Cengeng di Fase Terrible Two



Mengatasi anak yang cengeng tidak cukup hanya dengan memberi permen, es krim, ataupun memenuhi segala keinginannya. Lebih dari itu, kita sebagai orang tua wajib menyelami lebih dalam mengapa anak-anak menjadi terlihat lebih cengeng daripada biasanya, terutama ketika mereka memasuki usia 2 tahun alias fase 'terrible two'.

Meskipun namanya terrible two, maka fase anak cengeng ini bisa dimulai ketika anak berusia di atas setahun sampai lewat dari usia 3 tahun lho. Lebih tepatnya, terrible two terjadi ketika anak sudah mulai meraih milestone dalam hal perkembangan dirinya. Semisal anak bisa mengucapkan dua atau tiga kata, sudah bisa berjalan, maupun memanjat.

4 Tanda Anak Memasuki Fase Terrible Two      

Lalu, apa saja tanda kalau anak tengah memasuki fase terrible two?

1.    Perubahan perilaku yang drastis

Di satu saat, anak kita akan kelihatan manis, penurut, suka bermanja-manja dengan kita atau menunjukkan tanda-tanda tenang serta mudah diatur. Namun hanya selang beberapa menit kemudian, anak bisa menjerit-jerit, menangis, dan tidak mau menjalankan semua perintah kita tanpa alasan yang jelas.

2.    Penolakan

Si anak mungkin akan menolak untuk masuk ke rumah, berganti baju, bahkan bisa saja tidak mau disentuh oleh kita sendiri. Pokoknya, semua yang kita ucapkan atau lakukan merupakan hal yang salah di mata anak kita

3.    Mencari perhatian

Anak-anak yang tengah dalam fase terrible two ini akan suka sekali mendapat perhatian kita, atau istilahnya suka caper. Untuk memperoleh perhatian ini pun, anak-anak tidak segan untuk melakukan berbagai hal yang menurut mereka akan berhasil.

Jadi, jangan heran ketika kita sedang membaca buku atau menonton televisi, anak tiba-tiba berteriak sekeras-kerasnya. Mereka mungkin juga melempar mainan ke badan kita atau bisa juga sampai membentur-benturkan kepala ke tembok. Melihat hal ini moms tidak perlu panik. Semua itu dilakukan supaya perhatian kita hanya untuk anak.

4.    Menjadi antagonis

Dalam tahap ini, anak sangat cenderung terlihat sebagai tokoh antagonis bagi kita. Sepertinya, semua hal yang dilakukan anak hanya untuk menyusahkan kita, misalnya melempar-lempar makanan maupun berteriak-teriak.

kita tidak perlu kesal ketika anak menangis karena kita memakaikannya baju warna merah, bukan hijau. Kita juga harus banyak bersabar ketika ia tidak mau makan di piring dan lebih memilih mangkok.

Meski terlihat sepele, Jacobson pernah menyatakan perilaku berontak ini merupakan tanda bahwa anak kita mengalami peningkatan intelejensia yang signifikan ketika memasuki fase terrible two. Mereka bukan menangis, mengamuk, atau berguling-guling tanpa sebab, melainkan ada tujuan yang ingin dicapai.
 
Cara Mengatasi Anak Cengeng di Fase Terrible Two

Berikut ini ada beberapa cara mengatasi anak cengeng seperti diungkapkan oleh Betsy Brown Braun.

1.    Jangan panik

Langkah pertama yang harus dilakukan kita untuk mengatasi anak cengeng, termasuk ketika tantrum anak tengah meledak, ialah menarik nafas panjang dan menenangkan diri. Perlu diingat bahwa tantrum yang dilakukan oleh anak ialah hal normal, sekalipun puluhan pasang mata akan memicing ke arah kita karena dianggap tidak bisa menenangkan anak yang tengah marah di ruang publik.

Jangan karena tidak ingin jadi pusat perhatian, kita langsung menuruti semua kemauan anak ketika tantrum. Bukannya menyelesaikan masalah, tapi hal itu justru akan membuat anak kembali mengulangi hal yang sama untuk mendapatkan kemauannya.

2.    Tegas mengatakan "tidak boleh!"

Salah satu kesalahan dalam memahami parenting 101 ialah kita tidak boleh berkata "tidak boleh" kepada anak karena dianggap akan membatasi kreativitasnya. Namun, Braun menegaskan ada kalanya perilaku anak memang harus bisa dibatasi, misalnya ketika anak melakukan kekerasan fisik ketika menangis seperti memukul-mukulkan kepala ke tembok, menggigit, atau menendang orang lain.

3.    Timeouts

Timeouts alias waktu jeda bisa digunakan anak maupun oleh kita untuk merenungi kesalahan. Dalam hal menanamkan berbagai nilai disiplin dalam diri anak, kita bisa mengajak anak duduk di sebuah ruangan kemudian memberinya waktu merenung. Jika konsisten dilakukan, maka timeouts ini bisa menjadi petunjuk bagi anak bahwa ia telah melakukan kesalahan setiap kali dibawa ke spot yang sama setelah melakukan suatu perbuatan.

4.    Mengambil hal favoritnya

Melarang anak untuk bermain mainan favoritnya bisa jadi sebuah alat yang sangat ampuh untuk mengurangi sifat cengeng anak kita. Misalnya si anak melempar mainan, maka kita bisa menegaskan bahwa anak tidak akan boleh memainkan mainan yang sama karena tindakannya salah.

Hal yang sama bisa diaplikasikan ketika anak mengamuk, misalnya, di pusat perbelanjaan. Kita bisa mengatakan bahwa si anak tidak akan diajak lagi kalau terus menunjukkan amarahnya di depan umum. Tindakan tersebut diharapkan mampu untuk mengontrol emosi anak dan menjadikan mereka lebih disiplin.

5.    Rewards and punishments
Langkah keempat di atas bisa jadi merupakan bentuk punishments alias hukuman atas kenakalan yang telah ditunjukkan oleh anak ketika tantrum. Namun ketika anak berlaku baik setelah tantrum usai, kita juga perlu mengeluarkan sanjungan supaya ia bisa membedakan mana perilaku yang membuat kita marah tanda perbuatannya salah, mana perilaku yang membuatnya mendapat hadiah karena bersikap baik sehingga bisa mencegah tantrumnya kumat lebih sering.

6.    Mengalihkan perhatian

Terkadang, mengajak anak mandi pun bisa membuat kita serasa ikut bertempur di Perang Dunia Kedua. Anak menjerit histeris ketika bajunya hendak dilepas, apalagi diajak untuk mendekat ke pintu kamar mandi.

Namun, kita bisa mencoba mengalihkan perhatian dengan memberikannya mainan favorit untuk dibawa serta ke kamar mandi. "Kita mandiin mainan aja yuk." Maka anak pun bisa asyik bermain mainan favorit sementara Ibu atau ayah membersihkan sekujur badan si anak.

7.    Berhenti dan menepi

Ketika segala cara sepertinya sudah kita lakukan untuk mengatasi anak cengeng, tapi semuanya tidak berhasil, mungkin itu pertanda kita harus berhenti berusaha dan mengaku kalah dengan keadaan. Misalnya, si anak terus saja menangis karena tidak ingin pakai baju yang kita siapkan, maka berhentilah membujuknya. Kita bisa merapat ke sisi ruangan sambil menenangkan diri, misalnya sambil minum teh, membiarkan anak menangis, namun tetap mengawasinya supaya tidak melakukan berbagai hal yang membahayakan diri sendiri.

8.    Tidak melarang

Ketika anak marah-marah dengan melempar mainannya, kita sebaiknya tidak berkata "jangan melempar!" Tetapi, katakan saja "yuk kita main lempar bola saja. Sini Ibu yang tangkap."

9.    Ikuti dramanya


Pernah mengalami anak yang tantrum gara-gara tidak ingin menyudahi waktu bermainnya dengan teman-temannya?

Kalau iya, kita mungkin bisa mengikuti alur drama yang diciptakan si anak dengan berempati. Misalnya dengan mengatakan, "Ibu senang kamu main dengan teman-teman, tapi ini sudah hampir malam, mainnya dilanjutkan di dalam rumah bersama Ibu ya."

Jadi mulai sekarang, banyak-banyak menyetok kesabaran ya, moms. Setiap anak itu emang unik dengan karakternya masing-masing.

Salam





Cara Mengajarkan Sifat Pemaaf pada Si Kecil


 
Memang akan butuh hati yang sangat besar untuk bisa mengakui kesalahan yang sudah kita perbuat. Itulah sebabnya dengan meminta maaf bisa membantu Si Kecil untuk belajar berjiwa besar dan bertanggung jawab dengan semua kesalahan yang dilakukannya. Hubungan Si Kecil dengan orang-orang yang ada di sekitarnya pun terjalin dengan baik.

Anak kecil yaitu seorang sosok yang masih tetap mempunyai tingkat keegoisan yang begitu sangat tinggi. Oleh karenanya, sebagian kita terasa agak kesusahan agar bisa menanamkan jiwa pemaaf pada anak. Anak relatif masih tetap susah untuk di ajak mohon maaf pada sesamanya saat anak sedang lakukan kekeliruan. Menumbuhkan sifat pemaaf pada anak kadang-kadang dipandang jadi satu hal yang memang susah dikerjakan.

Meskipun sedikit susah, akan tetapi sejatinya bisa menumbuhkan sifat pemaaf pada anak bisa dibuat sedikit demi sedikit. Bukan hanya sekedar mohon maaf, jadi waktu lakukan kekeliruan, maka anak bisa juga ditanamkan sifat untuk bisa memaafkan kekeliruan orang yang lain yang dikerjakan padanya.

Mengenalkan Sejak Kecil

Usia balita ini merupakan sebuah masa yang sangat tepat untuk bisa mengenalkan anak tentang pentingnya saling memaafkan. Mulailah dengan berbagai hal kecil seperti meminta maaf ketika bersendawa di depan umum. Katakan pada Si Kecil bahwa tindakan tersebut tidak sopan. Menggunakan bahasa yang bisa dimengerti, jelaskan kepadanya untuk bisa meminta maaf setiap kali anak berbuat kesalahan.

Menjadi Role Model

Anak-anak merupakan seorang peniru yang sangat ulung. Mereka bisa dengan sangat mudah menyerap apa yang mereka lihat, dengar, dan alami, terutama apabila sumbernya tersebut berasal dari kedua orang tua sendiri. Oleh sebab itu, Moms dan pasangan harus bisa saling memaafkan dulu apabila ada yang berbuat salah. Saat Moms dan pasangan melakukan kesalahan pada Si Kecil, maka bersegeralah untuk meminta maaf. Si Kecil pun akan lebih mudah meniru.

Beri Alasan Minta Maaf

Saat meminta maaf, maka jangan lupa untuk memberikan alasan kepada Si Kecil. Jelaskan dengan menggunakan bahasa sesederhana mungkin supaya Si Kecil paham. Berikan beberapa contoh nyata yang biasa terjadi dalam keluarga. Dengan melihat alasan yang masuk akal, maka Si Kecil akan lebih cepat belajar. Apabila anak belum paham, berikan waktu lebih pada Si Kecil agar bisa memahami makna saling memaafkan seutuhnya.

Menumbuhkan Empati

Cara lain yang bisa kita lakukan untuk membuat anak belajar saling memaafkan yaitu dengan menumbuhkan empatinya. Misalnya dengan mengatakan hal seperti ini, “Adik merebut mainan teman adik sampai dia menangis, coba bayangkan kalau mainan adik yang direbut, bagaimana?” Perkataan tersebut akan membuat Si Kecil akan berpikir seandainya anak ada pada posisi tersebut. Mungkin Si Kecil tidak akan langsung akan merespon, tapi setidaknya anak akan tahu bahwa perbuatannya itu salah.

Berikan Pujian

Pujian bisa menjadi penghargaan kecil sekaligus motivasi bagi Si Kecil untuk melakukan berbagai tindakan yang diharapkan kita. Kita bisa memberi pujian tiap kali Si Kecil berhasil meminta maaf atau memaafkan orang lain. Apabila belum, tetaplah beri anak motivasi supaya ia terdorong untuk melakukannya.

Setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk meminta maaf atau memaafkan, begitu juga dengan anak kecil. Apabila Si Kecil tidak mau, maka jangan paksa dia untuk meminta maaf atau memaafkan pada saat itu juga, ya, Moms. Nanti malah niatnya tidak tulus. Tapi, jangan sampai anak juga jadi lupa dengan kesalahannya.

Berikan Contoh

Jiwa seseorang anak yaitu jiwa peniru. Ia mencontoh segalanya yang berada di sekitaran lingkungannya. Terutama apa yang dikerjakan oleh orang tuanya karna orangtua yaitu sosok yang paling dekat dengannya serta jadi pendidik paling utama untuk si anak.

Karenanya, dalam soal mohon maaf atau memaafkan, orangtua bisa senantiasa memberi contoh pada anaknya. Orangtua bisa senantiasa mohon maaf juga akan kekeliruannya meskipun pada anaknya. Juga untuk memaafkan kekeliruan orang yang lain yang mohon maaf padanya. Hingga anak juga bisa mencontoh tingkah laku baik orang tuanya ini.

Lewat Media Lain

Media beda yang bisa dipakai untuk menanamkan jiwa pemaaf dalam diri anak yaitu lagu, film, atau narasi dalam buku. Anak bisa dipertunjukkan lagu atau film yang memiliki kandungan narasi mengenai cerita dengan topik pemaaf. Saat anak tengah memandangnya, orangtua bertindak aktif untuk turut dan mengajak anak untuk lakukan hal sama.

Mungkin saja awalannya anak juga akan sedikit cuek atau tampak seperti tidak miliki kepedulian. Tetapi saat dalam kehidupan setiap harinya anak alami momen yang sama juga dengan apa yang berada di dalam lagu, film atau narasi anak, anak bisa dirangsang untuk lakukan hal yang sama yang ada di dalam narasi itu yakni mohon maaf serta memaafkan.

Sabar serta Telaten
Membuat ciri-khas serta kepribadian anak tidak bisa dikerjakan cuma kurun waktu satu hari atau dua hari. Perlu kemauan yang kuat dari orangtua. Orangtua mesti sabar serta tekun menanamkan bermacam sifat baik pada anak.

Tersebut banyak hal yang bisa dikerjakan untuk menanamkan sifat pemaaf pada anak. Mudah-mudahan anak kita bisa tumbuh jadi pribadi yang bijaksana. Mudah-mudahan berguna bunda

Agama Islam mengajarkan untuk menjadi pribadi yang berlapang dada dan pemaaf. Terkadang orang lebih suka melakukan apa pun yang lebih sulit dari pada meminta maaf, Dan ini merupakan salah satu bentuk kesombongan karena ia merasa sedemikian mulia sehingga malu dan tidak bersedia untuk minta maaf. Pemaaf adalah sifat yang sangat terpuji yang Allah sifatkan kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.

Memaafkan merupakan apa yang mungkin telah dilakukan oleh orang lain kepada kita sebagai sebuah kesalahan, kesalahan itu bisa berbentuk menyakiti, penghinaan, fitnah yang disengaja maupun tidak di sengaja. Maka memaafkan mengikhlaskan perlakuan orang lain yang tidak baik kepada kita lalu memberi pemaafan atas semua perlakuan perlakuan yang tdak baik itu.

Sebelum sikap pemaaf itu tumbuh dalam seseorang ia harus menumbuhkan dulu sikap ketersediaan untuk mau menghormati orang lain terlebih dahulu. Karena pada dasarnya menghormati orang lain itu mendahului sikap  pemaaf. Disisi lain menghormati orang lain lain itu di dalamnya mengandung pemahaman tentang perbedaan perbedaan dari dirinya dan dari orang lain. ujar imam ratrioso psikolog pendidikan

Sikap menghormati inilah yang paling utama, jadi kalau sikap menghormati sudah tumbuh pada diri seseorang maka secara alami sikap memaafkan juga akan tumbuh karena menghormati perbedaan itu.

memaafkan bukan hanya sifat terpuji saja tetapi dengan memaafkan itu banyak sekali manfaatnya khususnya buat kesehatan, bahkan kemampuan seseorang untuk memaafkan orang lain itu justru salah satu tanda kesehatan jiwa atau kesehatan mental seseorang.

kemampuan memaafkan orang lain itu akan menyehatkan mental, spiritual, pikiran dan secara langsung juga menyehatkan fisik. karena manusia ini fisiknya atau raganya berhubungan dengan fikiran, berhubungan dengan hati, semua yang ada pada diri manusia itu menjadi satu kesatuan jadi jikalau sakit fisiknya itu bisa mengakibatkan mempengaruhi rohaninya dan demikian kalau sakit rohaninya juga akan mempengaruhi kesehatan fisiknya. Jadi manfaat mampu memaafkan orang lain signifikan kepada kesehatan mental, kesehatan jiwa, kesehatan fisik dari pada orang yang memaafkan tersebut. tutupnya


Salam









Cepat dan Mudah! Temukan Covid Test Jakarta di Aplikasi Halodoc

 Sumber : Halodoc


Cepat dan Mudah! Temukan Covid Test Jakarta di Aplikasi Halodoc. Covid 19 atau virus Corona pasti tidak akan terasa asing lagi di telinga kita. Ya..! sekarang ini kita masih bergelut dengan serangan virus berbahaya ini dalam kehidupan kita. Nah, untuk ini memang tidak ada salahnya buat kita semua supaya bisa lebih mengenal seputar covid dan berbagai jenis test yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan akan virus ini.

Bagi kita yang sering berselancar di dunia internet untuk mencari berbagai hal seputar kesehatan, pastinya pernah mengenal dengan aplikasi ini. Ya…aplikasi Halodoc. HaloDoc merupakan suatu terobosan yang memanfaatkan sebuah teknologi terkini dan menawarkan berbagai kemudahan dan mempersingkat waktu untuk mengakses kesehatan pada saat kita membutuhkan pertolongan dokter.

Tujuan dari adanya aplikasi HaloDoc ini untuk menyederhanakan akses kesehatan. Pasien bisa dengan sangat mudah berhubungan dengan para dokter lewat gawai. HaloDoc juga mempunyai sebuah fitur yang memungkinkan pengguna bisa langsung berkomunikasi dengan dokter melalui beberapa pilihan yaitu fitur voice, video call dan chat.

Bukan hanya itu saja, maka juga terkoneksi pula dengan aplikas laboratorium, dimana memudahkan pengguna untuk bisa memesan jasa laboratory test dari berbagai laboratorium resmi yang bisa dilaksanakan dimana saja. Nah, untuk hal yang berkaitan dengan pandemic sekarang ini maka kita juga bisa melakukan tes covid wilayah Jakarta. Kalau kita mau melakukan covid test wilayah Jakarta maka temukan tempat tes di covid test Jakarta. Kehadiran HaloDoc didukung penuh oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sumber : koran tempo

 

Salah satu aspek yang telah diterapkan untuk bisa mempercepat diagnosa corona Covid 19 yaitu dengan tes atau skrining. Ada berbagai macam tes yang telah diterapkan yaitu :

Rapid Test
Pada umumnya tes corona Covid 19 ini dilakukan dengan cara mengambil sampel ataupun swab, pada bagian hidung ataupun tenggorokan. Sampel itu kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk mencari tanda-tanda materi genetika virus.

Tes ini mencari berbagai tanda kekebalan tubuh dengan cara menggunakan setetes darah pada sebuah perangkat, mirip seperti tes kehamilan. Tes semacam itu juga dikenal dengan rapid test.

PCR

Jika hasilnya tidak akurat, maka nantinya akan dilanjutkan dengan analisa di lab dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Tes ini dianggap sangat terpercaya dan bisa diandalkan. Di covid test Jakarta juga menyediakan untuk jenis tes yang satu ini.

Akan tetapi, tidak berarti bahwa tes ini akan sangat mampu mendeteksi setiap kasus virus corona covid 19. Hal ini karena hasil tes seorang pasien yang berada dalam tahap awal infeksi atau terjangkit virus berkadar relatif rendah bisa muncul negatif. 


Sumber : Halodoc


  
Kemudian, cara pengambilan akan sampel juga amat penting. Jika sampel virus di belakang tenggorokan tidak diambil dalam jumlah yang memadai, maka hasil tes juga bisa negatif.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo juga menyebut lebih dari 500 ribu unit alat rapid test telah didistribusikan. Selain rapid test, maka pemerintah juga telah menggelar tes dengan menggunakan analisa PCR. Hal tersebut juga dikatakan oleh Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

Kini semua tes tersebut sudah bisa dilakukan olehsiapa saja dan dimana saja. Bagi kita yang yang ingin melakukan tes ini maka sudah mudah dilakukan lewat aplikasi Halodoc lewat cari dokter. Apalagi buat kita yang berada di wilayah Jakarta makabisa melakukan tes tersebut di Covid test Jakarta dan temukan hanya di Halodoc.


Salam



Anak Pintar! Ketahui Moms, Ciri-ciri Kalau Si Kecil itu Anak yang Pintar


 
Bagi kebanyakan dari moms, buah hati sendiri adalah anak yang paling cerdas. Setiap hal yang sudah bisa anak lakukan seiring pertumbuhannya sering dijadikan bukti oleh moms kalau anak memang lebih pintar dibanding yang lain.

Tapi tentunya penilaian tersebut sangatlah subjektif. Sebenarnya, jika moms benar-benar ingin tahu serta bisa membuktikan kalau buah hatinya cerdas, tidak sulit kok. Tinggal jadi detektif, dan temukan ciri-ciri anak pintar ini!

Sering Celingak Celinguk

Nah moms coba deh, kita perhatikan si kecil. Apakah anak suka celingak celinguk dan selalu memperhatikan apa saja yang ada di dekatnya? Jika memang ya, mungkin anak adalah anak yang cerdas dan penasaran secara visual.

Hal ini menandakan bahwa anak kita itu cenderung sadar dan penasaran akan lingkungan sekitarnya. Apalagi ketika anak celingak-celinguk pada saat ada suara yang muncul. Ini petanda bahwa ia mulai mengenali suara yang didengarnya, dan berusaha mencari sumber.

Bisa Konsentrasi Penuh Melihat Satu Hal

Biarpun sering celingak celinguk, si kecil yang pintar ini biasanya juga bisa sangat fokus ketika sedang memperhatikan ataupun melakukan sesuatu. Misalnya, anak akan fokus pada saat berusaha menyelesaikan puzzle yang kita belikan sampai selesai baru mulai memainkan hal-hal lain.

Mudahnya si kecil untuk bisa fokus tanpa pernah merasa bosan dan pantang menyerah seringkali menjadi sebuah pertanda kalau si kecil merupakan seorang anak yang cerdas.

Konsentrasi yang ia miliki pun bisa membantunya dalam mempelajari segala sesuatu dengan lebih cepat dan mudah. Kita bisa memanfaatkan ini untuk mengajarkannya banyak hal semenjak dini!

Senang Tertawa Sejak Kecil

Ayo coba moms ingat-ingat. Pada usia berapa si kecil bisa mulai tertawa pada waktu dulu? Ternyata, cepat lambatnya tawa si kecil muncul itu bisa memprediksi tingkat kepintarannya lho!

Semakin awal anak tertawa menunjukkan potensi yang semakin tinggi untuk tumbuh cerdas Alasannya, anak tentu harus bisa memahami apa yang anak lihat dan dengar untuk menganggapnya lucu, bukan?

Berarti, semakin cepat anak tertawa menandakan kecepatannya dalam hal memperhatikan dan mempersepsikan dunia di sekelilingnya.

Mudah Mengingat Orang dan Barang di Sekitarnya

Ingatan yang kuat bisa menjadi sebuah indikasi kepintaran si buah hati. Hal ini ditunjukkan setidaknya pada dua hal. Pertama, bila anak mudah mengingat wajah orang-orang yang ditemuinya.

Moms bisa melihat siapa yang masih familiar baginya atau sudah dilupakan dengan melihat reaksinya ketika nanti bertemu orang kembali.

Kedua, anak bisa mengingat tempat mainan yang disimpan atau yang kita sembunyikan. Biasanya anak akan mencari di tempat yang sama, atau terakhir kali dimainkan.

Si kecil Bisa Menyelesaikan Masalah yang Diberikan Padanya Dengan Mudah

Tentunya kita pernah melakukan berbagai trik untuk bisa menghindari si kecil melakukan sesuatu ataupun memang hanya sekedar iseng untuk bermain dengannya.

Misalnya, memasukkan tangannya yang sering mengucek mata ke dalam celananya. Atau, menaruhnya di sekeliling bantal tinggi supaya ia tidak bisa keluar dari area tersebut.

Nah, bila si kecil bisa dengan mudah mempelajari berbagai hal yang bisa dilakukannya untuk berhasil bebas dari keisengan moms, itu juga merupakan sebuah pertanda bahwa anak yang cukup cerdas!

Banyak Bertanya

Di usia ketika anak sudah mulai bisa berbicara dengan lancar, coba kita perhatikan apakah si kecil sangat sering untuk bertanya akan berbagai hal ataukah tidak. Anak yang pintar biasanya mempunyai ciri untuk selalu penasaran dan ingin tahu akan semua hal.

Jadi, kalau si buah hati banyak bertanya mengenai berbagai fungsi barang yang ada di rumah, mengenai buku cerita yang kita bacakan atau mengenai berbagai hal apapun, bisa jadi si kecil adalah seorang anak yang jenius.

Punya Hobby Sejak Kecil

Semua orang itu pasti mempunyai hobi yang senang untuk terus dilakukannya. Namun bila si kecil sudah mempunyai hobi yang terus ia geluti sejak kecil, mungkin ini merupakan suatu pertanda positif bagi moms.

Salah satu ciri yang dimiliki anak jenius yaitu ia akan sangat senang mempelajari suatu hal sampai mendalam. Hal tersebut menunjukkan akan ketahanan belajar yang tinggi dan gairah yang tersulut sejak dini.

Si kecil yang senang menggambar, berhitung dan terus menggelutinya sejak kecil maka bisa jadi seorang individu yang cakap dalam bidang tersebut kedepannya.

Berbagai hal di atas merupakan beberapa ciri yang biasanya ditunjukkan anak-anak yang pintar. Namun untuk mengetahui lebih pasti, tentunya kita harus mengeceknya pada ahli yang memang sudah berlisensi dan terpercaya ya moms.

Moms juga harus ingat kalau setiap anak kecil itu pasti berbeda-beda. Jadi, jangan terlalu buru-buru untuk menganggap anaknya kurang pintar kalau belum menunjukkan ciri-ciri yang ada di atas. Bisa-bisa, anak hanya terlambat menunjukkannya.

Perlu diingat juga, kecerdasan anak nggak hanya disebabkan oleh faktor gen ataupun lingkungan tempat ia dibesarkan.

Salam



Si Kecil Hebat! Yuk, Ketahui Tipe Kehebatan Buah Hati Kesayangan



Benarkah jika si Kecil sudah bisa membaca dan berhitung itu sudah sangat layak untuk disebut seoang anak yang hebat? Mari kita buktikan. Pada umumnya, untuk  kehebatan itu bisa diukur dengan menggunakan tes bakat serta juga menghasilkan ukuran, diantaranya kemampuan matematika dan membaca.

Berbeda dengan pendapat umum, Howard Gardner malah telah mengatakan bahwa tidak ada satu kemampuan tunggal yang mendefinisikan kehebatan. Anak Hebat itu harus dinilai berdasarkan dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah, menemukan persoalan baru untuk bisa dicari solusinya, menciptakan sesuatu dan memberikan penghargaan.

8 Kehebatan menurut Gardner dan bagaimana kita untuk menstimulasi si Kecil untuk bisa memupuk kepintaran tersebut.

Word Smart

Orang yang mempunyai “Word Smart” tinggi menyukai kata-kata untuk diolah menjadi informasi dan bahasa dibanding gambar. Tipe anak ini menggunakan bahasa untuk mengungkapkan serta mengapresiasi makna yang kompleks.

Cara membuat anak hebat “Word Smart”, maka ajaklah si Kecil melakukan aktivitas bersama untuk menstimulasi otaknya. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya yaitu membacakan cerita, meminta si Kecil bercerita, mempelajari kata-kata baru tiap hari, membaca atau menulis buku harian bersama, bermain scrabble (permainan cari kata).

Number Smart

Yang termasuk dalam “Number Smart” di antaranya yaitu kehebatan menghitung, mengukur, mempertimbangkan dalil atau rumus, hipotesis serta juga menyelesaikan operasi matematika yang cukup kompleks. Juga memahami angka, simbol, mengenali pola, berpikir logis dan sistematis.

Si Kecil bisa distimulasi dengan cara bernyanyi yang mengandung unsur berhitung (Balonku, Satu-satu aku sayang ibu), mengerjakan soal matematika, berhitung setiap bermain, bermain balok, bermain game online bersama, dan kegiatan lainnya yang melibatkan angka dan berhitung.

Picture Smart

Dengan “Picture Smart” yang cukup tinggi, maka si Kecil akan mampu untuk mengindera (indra ada 5)  dunia secara akurat dan menciptakan kembali atau mengubah aspek-aspek dunia tersebut. Mampu membayangkan dan menggambarkan berbagai bentuk.

Cara mengembangkan kehebatan ini, maka ajak Si Kecil menggambar, mengerjakan maze, bermain jigsaw/puzzle, bermain board game (halma, catur, dsb), membuat foto, dan membuat diagram/peta. Agar tidak membosankan, maka ajak anak untuk berkhayal atau bermain memerankan seorang tokoh atau karakter.

Music Smart

Kehebatan anak untuk jenis ini, termasuk kepekaan terhadap tangga nada, melodi, irama, dan nada, bahkan menciptakan musik, bernyanyi, atau memahami dan menghargai musik.

Ajak si Kecil untuk bisa menyanyi, mendengarkan berbagai jenis musik, menari mengikuti musik, bermain alat musik, membuat suara mengikuti musik, dan bermain tebak-tebakan aneka bunyi atau suara untuk menstimulasi otaknya supaya mempunyai kepintaran musik.

Body Smart

Kehebatan untuk bisa menggunakan tubuh secara terampil, memegang objek dengan cakap, termasuk menjaga keseimbangan tubuh, mempunyai koordinasi sangat baik antara otak dan tubuh untuk mencapai target.

Untuk menstimulasi si Kecil, maka ajak untuk bisa menirukan gerakan orang bekerja, membuat istana kartu, bermain sandiwara boneka, belajar bahasa isyarat, belajar menari, dan olah raga dengan jenis permainan yang bervariasi.

Nature Smart

Kehebatan si Kecil terhadap lingkungan hidup, tumbuhan, hewan termasuk fenomena alam. Mempunyai “Nature Smart” yang tinggi mampu mengenali, mengklasifikasi aneka spesies, tumbuhan dan hewan.

Untuk stimulasi, maka ajaklah Si Kecil untuk mengumpulkan beberapa dedaunan ataupun batu, mengamati hewan dan perilakunya. Mengamati bagian tumbuhan dan benda alam seperti bulan, awan, cuaca dan lain sebagainya, belajar membedakan hewan dan tumbuhan. Supaya Si Kecil terbiasa untuk mengamati lingkungan sekitar, maka ajaklah juga anak jalan pagi, berwisata ke kebun binatang, memelihara hewan, berkebun, dan lain sebagainya.

Self Smart

Kehebatan dalam memahami serta juga mengelola diri sendiri, selanjutnya mampu mengoptimalkan kemampuan diri. Ajaklah si Kecil untuk bisa belajar mengenali dan mengendalikan emosi, belajar ketika mengurus diri sendiri dan bermain peran untuk menstimulasi kepintaran ini.

Sebagai orang tua maka kita cobalah untuk menciptakan hubungan batin mulai dari kandungan juga rasa aman dengan sentuhan dan kata-kata yang positif dan menenangkan. Bangun citra diri dan harga diri anak melalui sebuah tantangan dan umpan balik. Ajaklah anak untuk bisa belajar mengenali dan menamai perasaan.

People Smart

Kehebatan dalam memahami orang dan membina hubungan yang efektif dengan orang lain. Cara mengembangkan “People Smart” ini, maka minta si Kecil untuk sering bermain, membuat kerajinan, belajar bersama teman, mewawancarai teman dan menjelaskan pelajaran kepada teman atau adik kelas.

Nah, moms! Sekarang kita pasti sudah mengetahui berbagai jenis kehebatan. Kira-kira si Kecil punya jenis kehebatan yang manakah? Moms, sudah tahu kan, cara menstimulasinya? Yuk, kita praktikkan!

Salam





Penting Moms! Cara Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak



Mendidik seorang anak itu memang bukan sebuah tugas yang mudah bagi kita sebagai orangtua. Terkadang dalam perjalanannya ada saja berbagai tingkah laku anak yang membuat kita marah. Walau begitu, kita tetap harus bisa menanamkan berbagai nilai kebaikan dengan cinta. Salah satu nilai yang tidak boleh terlewatkan untuk diajari yaitu rasa empati.

Kita mungkin merasa anak seperti tidak memiliki empati? Tidak perlu khawatir, moms! Rasa empati pada anak itu dimulai dengan cara yang amat sangat sederhana. Seorang anak memang belum mampu berempati seperti halnya orang dewasa. Rasa empati ini pasti akan perlahan berkembang seiring dengan bertambah usia anak. Namun, empati pada anak memang tidak akan bisa muncul begitu saja, namun perlu juga untuk diajarkan.

Menumbuhkan Empati Sejak Bayi

Misalnya, pada bayi usia 2 bulan merengek karena diletakkan di tempat tidurnya. Kemudian kita pasti berusaha menenangkan anak dengan cara mengusap-usapnya, menggendong dan juga mengajaknya berbicara sampai bayi tenang kembali. Selama proses mengasuh ini, maka anak akan mulai memahami akan rasa kasih sayang yang kita berikan untuknya. Perlahan, koneksi yang terbangun antara kita dan anak akan mulai berkembang dan menjadi modal untuk tumbuhnya rasa empati.

Tanda Awal Empati Pada Balita

Meski anak usia balita awal terlihat cukup sensitif dengan kondisi yang ada di sekitarnya, tapi bukan berarti itu adalah empati, ya, moms. Balita mengobservasi dan juga meniru apa yang dilakukan kita atau orang dewasa.

Misalnya, ketika di kelas, seorang anak menangis karena terjatuh, maka teman-temannya akan berkerumun di sekitar anak tersebut untuk melihat bagaimana cara guru mereka untuk menenangkan temannya dan kemudian anak-anak akan meniru tindakan si guru. Makanya, rasa empati ini mesti dicontohkan pada anak-anak  secara terus-menerus.

Berkembang Pada Usia Prasekolah

Empati pada anak itu pada umumnya akan mulai terlihat di usianya 3 sampai 4 tahun. Pada usia ini, anak akan mulai memahami apa yang ia rasakan. Anak juga mulai mampu untuk mengaitkan apa yang anak rasakan tersebut dan apa yang dirasakan oleh orang lain. Misalnya, anak akan menghampiri dan berusaha menghibur temannya yang sedang tidak sehat.

Dalam usia ini, makanya amat penting mengajar anak juga bersosialisasi, misalnya dengan teman-teman sebayanya, misalnya dengan cara mengikut sertakan anak pada kelas bermain. Dengan adanya lingkungan seperti ini, bisa menjadi wadah untuk anak untuk berlatih menumbuhkan rasa empati.

Empati Kognitif

Merupakan sebuah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan oleh anak dan apa yang dipikirkannya. Empati jenis ini menjadikan kita mampu untuk berkomunikasi dengan baik karena membantu menyampaikan informasi dengan cara yang mudah diterima oleh orang.

Empati Emosional

Disebut juga dengan afektif empati merupakan sebuah kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Rasa empati ini amat diperlukan untuk membangun sebuah  hubungan dengan orang lain.

Compassionate Empathy

Merupakan bentuk gerakan untuk membantu orang lain atas hal yang ikut kita rasakan.

Ada banyak manfaat dari empati, yaitu :

•    Empati membawa kebaikan. Perasaan positif dan bahagia akan meningkat ketika rasa empati yang kita sampaikan, didengar dan dimengerti dengan baik. kemudian, ketika kita merasa diri kita dimengerti oleh orang lain, maka akan terjalin hubungan.

•    Pelaku empati akan merasa mendapatkan identitas diri, dan hal ini bisa memicu diri seseorang untuk terus berbuat kebaikan lagi dan lagi di dalam hidupnya.

•    Empati bisa meningkatkan kesehatan secara emosional dan fisik, melalui koneksi yang terbangun dan perhatian.

•    Empati dikatakan mampu menghilangkan masalah psikologis, seperti stress, kesepian, rasa malu, kecemasan (anxiety), dst.

•    Rasa empati bisa menghindari terjadinya konflik, mencegah konflik menjadi marah dan membantu menyelesaikannya.

•    Empati membuka sudut pandang dan cara pikir seseorang, meningkatkan rasa peduli serta keinginan untuk menolong.

Selain itu, empati penting dimiliki untuk bisa mengembangkan hubungan sosial yang sehat dan membangun karakter seperti peduli dan kebaikan hati. Ketika kita melihat anak seakan tidak memiliki empati, bukan berarti demikian karena mungkin cara menunjukkan empati antara pemikiran kita dan anak berbeda, atau anak mengutarakan empatinya masih dengan cara yang cukup amat sederhana. Di sisi lain, empati bukanlah sesuatu yang pasti terjadi atau dimiliki anak dalam tahap tumbuh kembang tertentu.

Salah satu contoh bentuk empati anak, yaitu ketika anak memeluk temannya yang anak ketahui sedang sedih. Hal yang sederhana dari pandangan kita inilah, yang menjadi awal mula tumbuhnya empati pada anak, dan hal ini akan terus berkembang seiring usianya bertambah dan pastinya perlu dilatih.

Bagi kebanyakan kita, mengajarkan anak tentang empati rasanya lumayan sulit. Beruntung sejumlah para ahli memberikan sarannya. Berikut cara-cara yang bisa dilakukan oleh kita untuk mengajarkan empati kepada anak :

Bicara Tentang Perasaan

Menurut seorang psikolog, Michele Borba, pintu untuk menuju menuju empati adalah literasi emosional. Cara sederhana untuk menumbuhkannya yaitu tetap membangun komunikasi secara langsung atau tatap wajah kepada anak biarpun sudah ada aplikasi berbalas pesan. Aplikasi ini terkadang memudahkan kita atau anak untuk mengungkapkan perasaannya melalui emoji.

Walau begitu, tetap saja beda rasanya ketika anak menunjukkan perasaannya secara langsung. Dengan membiasakan anak bicara langsung dan mengungkapkan perasaannya, maka akan membantunya mendengarkan orang lain dan mengidentifikasi emosi sejak dini.

Gunakan Media

Menonton televisi atau membaca buku bersama akan menyajikan peluang besar lain untuk menumbuhkan empati anak. Ajak anak berdiskusi tentang karakter yang bersikap baik dan memiliki sifat empati. Diskusikan juga perilaku karakter yang senang menyakiti dan berbuat jahat. Terangkan kepada anak sisi positif dan negatif dari masing-masing karakter.

Memberi Contoh

Bagaimanapun anak akan mencontoh perilaku orangtuanya. Jadi ketika kita mengajari anak tentang empati, kita harus melakukan hal yang sama di depan anak. Caranya bisa dimulai dengan mengungkapkan perasaan kepada anak tentang keadaan emosional menggunakan kata-kata yang baik.

Memuji Kebaikan Anak

Setelah ditanamkan nilai empati, mungkin anak akan langsung mempraktekkannya. Bila sudah begitu, berikan pujian kepadanya pada saat anak berbuat kebaikan. Hal ini membuat mereka tahu jika tindakan yang dilakukannya benar dan bisa meningkatkan empatinya.

Kenalkan Anak Dengan Perbedaan

Rasa empati juga diperlukan untuk menghadapi perbedaan. Kita harus membantu anak-anak tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat yang beragam. Baik secara budaya, etnis, agama, dalam penampilan fisik dan kemampuan, serta yang lainnya.

Mengakui Kesalahan

Terkadang bukan hanya anak yang bisa melakukan kesalahan. Kita pun secara tidak sengaja bisa berbuat salah. Bila anak menyadari itu, akuilah kesalahan. Dengan begitu anak bisa mengerti.

Jadikan Kebaikan Sebagai Aktivitas Keluarga

Keluarga bisa memprioritaskan kebaikan dengan rutinitas kecil seperti membiasakan anak untuk berbagi makanan sewaktu makan malam atau saling membantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Salam




Penting! Ini Dia 5 Alasan Pada Saat Memilih Software Payroll Untuk Mempermudah Sistem HRD


Ketika menggunakan sistem penggajian yang memakai software payroll memang sangat banyak diminati oleh berbagai perusahaan yang ada di Indonesia, baik itu perusahaan dalam skala besar maupun skala kecil. Software ataupun aplikasi payroll ini merupakan sebuah perangkat lunak yang memang sudah dirancang khusus untuk bisa melakukan tugas penggajian karyawan dalam satu waktu dengan cukup mudah, praktis, cepat dan dengan hasil terbaik. Selain itu, untuk software ini juga mempunyai fungsi lain, seperti halnya mengirimkan slip gaji yang memang sangat dibutuhkan oleh setiap karyawan.

Penggunaan software tersebut tentunya pasti akan sangat memudahkan tim HRD dalam hal proses penggajian dan meminimalkan risiko human error. Jika biasanya HRD akan melakukan berbagai penghitungan secara manual yang sangat memakan banyak waktu. Perangkat ini pasti akan membuat semua pekerjaan jadi lebih efisien dan juga otomatis.

Berikut ini beberapa alasan yang bisa Anda ambil ketika ingin memilih software tersebut, yaitu :

Keamanan

Gaji merupakan suatu hal yang sangat sensitif dan bersifat rahasia. Oleh karena itu, pada saat Anda memilih software ini maka pastikan perangkat tersebut mempunyai tingkat keamanan yang cukup tinggi. Software yang akan dibekali dengan berbagai sistem keamanan tinggi tentunya akan mencegah tindak pencurian informasi yang akan berpotensi penyalahgunaan data.

Fleksibel dan Kompatibel

Suatu software payroll itu memang harus mempunyai sebuah sistem keamanan yang tinggi, tapi tentunya perangkat tersebut memang juga harus fleksibel dan kompatibel. Jika Anda ingin memilih sebuah perangkat lunak untuk penggajian, maka pilihlah sebuah software yang terintegrasi serta juga berfungsi baik dengan sistem perusahaan Anda. Pastikan juga untuk memilih aplikasi payroll yang telah mempunyai kredibilitas pada sistemnya sehingga semua data yang disajikan akan akurat.




Perhitungan Dalam Satu Langkah Praktis

Masalah tersebut bisa Anda atasi dengan cara menggunakan  aplikasi payroll online. Sebuah software yang baik tentunya akan didesain sedemikian rupa untuk bsa melakukan perhitungan gaji karyawan secara digital ataupun otomatis untuk ratusan pegawai sekaligus. Dengan ini, pegawai HRD pun tidak akan perlu menghabiskan banyak waktu untuk bisa memasukkan data karena pada umumnya software ini bisa diintegrasikan dengan sistem absensi karyawan.

Memiliki Fitur yang Lengkap

Sebuah aplikasi payroll yang terbaik maka tentunya mempunyai sebuah fitur lengkap sehingga memudahkan sistem HRD. Selain melakukan perhitungan gaji secara otomatis dan akurat, maka perangkat ini juga bisa diakses di berbagai perangkat, baik itu di PC atau laptop hingga smartphone. Dengan demikian, Anda hanya perlu untuk melakukan pengaturan rumus standar untuk setiap para karyawan dalam software payroll Anda mengenai hal potongan pajak, BPJS, dan aspek lainnya yang sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia.



Dapat Disesuaikan dengan Kebijakan Pemerintah

Selama karyawan bekerja di suatu perusahaan, maka mereka sangat berhak menerima asuransi ataupun jaminan sosial serta juga uang pensiun. Di sinilah tugas seorang HRD untuk selalu bisa memastikan perhitungan iuran yang dipotong dari gaji karyawan benar. Bayangkan, jika halnya karyawan yang ada di suatu perusahaan berjumlah ratusan. Hal ini pasti akan sangat menyita waktu HRD untuk menghitung gaji setiap pegawai dengan benar.

Hal tersebut tentunya tidak akan terjadi pada saat Anda mau menggunakan aplikasi payroll yang sangat tepat. Perhitungan yang otomatis tersebut tentunya akan menghasilkan sebuah angka yang akurat sehingga meminimalkan risiko komplain akibat selisih gaji yang diterima oleh karyawan.

Jadi, apakah Anda sudah bisa menentukan software payroll yang cukup tepat untuk mendukung kemajuan perusahaan Anda? Pilihlah yang terbaik dan tepat untuk kelancaran dan kesuksesan semuanya.


Salam



Moms Yuk Ketahui! Ini Dia Penyebab Anak Nakal Dalam Islam



Kita pastinya ingin anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Namun tidak semua kita mampu mendidik dan menjadikannya sebagai anak yang sholeh dan sholehah. Ada berbagai hal yang menyebabkan anak menjadi nakal dalam Islam. Berikut merupakan beberapa penyebab anak nakal dalam Islam:

Terlalu Dimanjakan

Mendidik anak memang tidak boleh menggunakan kekerasan, tapi harus dengan penuh kasih sayang. Namun, tidak juga diperkenankan untuk mendidik anak dengan terlalu dimanjakan. Sifat manja yang nantinya akan tumbuh justru akan membuat anak menjadi keras kepala dan egois.

Sering kali kita juga tidak sadar bahwa kebiasaan yang kita ajarkan justru membuat anak menjadi manja, misalnya membiasakan untuk memberikan sesuatu ketika anak menangis. Dengan mengajarkan kemandirian, kita juga mengaplikasikan cara meningkatkan akhlak pada anak kita moms.

Kurang Kasih Sayang

Anak yang kurang kasih sayang itu biasanya akan banyak melakukan beberapa kenakalan yang bertujuan untuk mendapatkan perhatian. Jadi berikan anak perhatian yang ia perlukan supaya anak tidak melakukan kenakalan. Misalnya dengan menceritakan kisah teladan Nabi Muhammad atau keutamaan Abu Bakar Assiddiq sebelum tidur.

Sebuah kegiatan yang mendekatkan diri kita sebagai orang tua dan anak akan bisa membuat anak jadi merasa diperhatikan dan disayangi.

Kurang Mengenal Agama

Hal pertama yang dilakukan kita pada anaknya begitu lahir yaitu mengadzaninya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa sebagai kita harus segera mengenalkan Allah dan Islam kepada anak sejak dini. Anak yang kurang mengenal agama tidak akan mengerti bahwa kenakalan yang ia buat yaitu salah sehingga ia akan terus berbuat nakal.

Ajarkan anak untuk mengenal Islam lebih dalam dengan berbagai hal sederhana, seperti cara makan Rasulullah, larangan memelihara anjing dalam Islam, dan pahala memelihara kucing. Sebagaimana sabda rasul:  “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“ (H.R. Bukhari)

Mendidik Terlalu Keras

Anak yang dididik terlalu keras pasti akan menjadi keras pula. Anak akan melampiaskan kekesalan yang dipendamnya pada orang lain. Untuk itu, didiklah anak dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.  Sebagaimana sabda Rasul: “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.” (H.R. Muslim, no. 2529)

Terlalu Sering Memarahi Anak

Jika anak berbuat salah, hal itu merupakan hal yang sangat wajar. Untuk itulah kita diwajibkan membimbing anak-anak supaya mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Memarahi anak sebaiknya dengan cara yang halus supaya anak mengerti maksud dari kemarahan kita.

Jangan menunjukkan kemarahan yang berapi-api karena akan merusak mentalnya. Sebagaimana sabda Rasul: “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi),  tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“ (H.R. Bukhari)

Memukul

Salah satu hal yang sering dilakukan oleh kita ketika marah tanpa kita sadari yaitu memukul. Memukul tidak akan membuat anak mengerti apa kesalahan mereka.

Efek yang timbul justru ketakutan dan rasa marah yang terpendam sehingga akan berubah menjadi kenakalan. Bahkan Rasul melarang untuk memukul bagian wajah. “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.” (H.R. Abu Daud)

Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata,

‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘” (H.R. Muslim)

Rasul hanya membolehkan memukul anak ketika ia telah berusia 10 tahun, itupun tetap tidak boleh memukul wajah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah kepada anak-anakmu untuk (melaksanakan) shalat (lima waktu) sewaktu mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat (lima waktu) jika mereka (telah) berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.“ (H.R. Abu Daud)

Tontonan yang Salah

Kekuatan media pada saat ini sangat mempengaruhi perkembangan mental anak, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Sebaiknya kita selalu mengawasai dan mengontrol apa yang ditonton anak kita di televisi.

Tontonan yang salah pasti akan membuat anak mencontoh yang salah. Misalnya tontonan sinetron yang menunjukkan pacaran. Tontonan seperti ini pasti akan menstimulasi otak anak untuk mencontoh pacaran, padahal pacaran dalam Islam dilarang.

Teman yang Salah

Bukan hanya penyebab internal saja yang bisa menjadi pemicu kenakalan anak. Banyak kita yang saat ini tidak peduli dengan pergaulan anak.

Pergaulan dalam Islam seharusnya menawarkan pergaulan yang ikut menuntut peran kita dalam mengawasi, tapi pada kenyataannya banyak dari kita melepaskan anak bermain layaknya anak ayam yang tidak diawasi sama sekali. Padahal bisa saja anak-anak kita terpengaruh dengan anak lain yang sudah terlanjur nakal.

Depresi

Anak yang terlalu tertekan entah karena masalah keluarga atau masalah di sekolah, bisa menjadi anak yang nakal.

Tekanan yang mereka rasakan pasti akan memicu anak untuk mencari kenyamanan lain, dan salah satunya dengan cara menjadi nakal. Berikan suasana yang nyaman untuk anak kita di rumah supaya anak terhindar dari depresi. Depresi bukan hanya membuat anak menjadi nakal, tapi juga akan merusak kesehatan fisiknya.

Budaya yang Salah

Kemajuan teknologi ini bisa menyebabkan hilangnya batas antar negara dan budaya sehingga semua budaya dengan mudah diserap oleh semua orang di belahan dunia mana pun. Itulah yang pada saat ini terjadi sehingga anak-anak juga dengan mudah menyerap kebudayaan luar yang negatif.

Komunikasi Buruk

Salah satu penyebab kenakalan seorang anak yaitu kurangnya komunikasi antara kita dan anak. Sebisa mungkin berikan perhatian dan kasih sayang kita dengan menyediakan sedikit waktu berkualitas untuk buah hati kita

Anak yang sangat jarang berkomunikasi dengan orang tuanya akan merasa tidak dipedulikan sehingga akan mencari perhatian dengan cara membuat kenakalan.

Faktor Ekonomi

Ekonomi keluarga yang kurang baik memungkinkan anak menjadi nakal bahkan bisa melakukan tindakan kriminal.  Untuk itulah, kita perlu memberikan penjelasan dan bersikap terbuka kepada anak supaya anak mengerti keadaan yang sebenarnya. Tanamkan ilmu tauhid yang kuat pada anak supaya anak lebih menerima keadaan.

Inilah beberapa penyebab anak nakal dalam islam yang sangat patut diketahui oleh kita sebagai orang tua dan lingkungan sekitar.

Salam




Cara Ampuh Menumbuhkan Rasa Sikap Tanggung Jawab Dalam Diri Anak



Tanggung jawab secara artian merupakan sebuah kesanggupan untuk menanggung beban atau tugas yang diamanatkan. Sikap yang bertanggung jawab sangat perlu dimiliki supaya bisa menjadi pribadi yang dipercaya oleh orang lain selain itu mempunyai sikap tanggung jawab juga melatih diri untuk lebih disiplin dalam mengerjakan tugas dan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya. Sikap tanggung jawab juga merupakan cerminan orang yang berbudi pekerti.

Sikap tanggung jawab itu sebaiknya diajarkan kepada seseorang saat masih kanak-kanak atau ketika masih duduk dibangku sekolah. Orang tua dan guru mempunyai peran yang sangat subtansial dalam melatih anak menjadi seorang pribadi yang bertanggung jawab. Karena seperti yang kita pahami sikap tanggung jawab itu tidak akan muncul begitu saja dalam diri seseorang melainkan melalui proses latihan dan belajar secara perlahan-lahan.

Menumbuhkan sikap tanggung jawab dalam diri siswa atau anak sebenarnya tidak terlalu sulit hanya saja sebagian orang belum memahami atau kurang tepat ketika menerapkan suatu metode. Sehingga usahanya mulai cenderung kurang berhasil atau kurang maksimal. Jadi bagaimana cara menumbuhkan sikap tanggung jawab dalam diri anak serta metode apa saja yang sangat tepat dan efektif dalam menumbuhkan sikap tanggung jawab dalam diri anak? Berikut ini beberapa ulasan Cara Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab Dalam Diri Anak.

Memberikan Tugas

Memberikan tugas ataupun membebankan suatu pekerjaan kepada anak supaya bisa dia selesaikan merupakan salah satu cara melatih sikap tanggung jawab dalam diri anak. Namun dalam memberikan tugas harus proporsional yaitu harus sesuai dengan tingkat kemampuan anak. Kita juga bisa memberikan tugas dengan tingkat kesukaran yang ringan atau mudah seiring berjalan waktu kita bisa meningkatkan sedikit demi sedikit tingkat kesukaran tugas atau pekerjaan yang kita berikan kepada anak tersebut. Hal ini bertujuan sikap tanggung jawab dalam diri anak kita bisa semakin besar dan menjadi bagian dari kepribadinnya.

Membiarkan Anak Mengambil Keputusan Sendiri

Kita sebagai orang tua atau guru sebaiknya jangan terlalu otoriter terhadap anak, alangkah baiknya dalam mendidik anak kita bisa memberi keleluasan anak dalam menentukan suatu pilihan. Keleluasan bukan berarti anak bebas melakukan apa saja namun maksud dari keleluasan disini yaitu berbagai hal yang berkaitan dengan keputusan yang akan diambil anak masih dalam ranah positif.

Apa manfaat membiarkan anak mengambil keputusan sendiri? yaitu anak tidak bisa menyalahkan siapapun jika apa yang ia pilih pada akhirnya tidak sesuai keinginanya ataupun justru memberi dampak yang kurang baik terhadapanya. Hal ini karena anak tersebut tidak punya alasan untuk menyalahkan orang lain akibat kesalahan yang diperbuatnya. Maka anak tersebut akan belajar bertanggung jawab untuk menerima konsekuensi dari semua pilihannya.

Biarkan Anak Melakukan Kesalahan

Sebagian dari kita takut jika anak berbuat salah dan berharap anak tak melakukan kesalahah sekalipun. Padahal ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kesalahan yang diperbuat, seperti kata pepatah " Pengalaman adalah guru terbaik".

Kesalahan merupakan pengalaman yang akan mengajarkan anak untuk lebih berhati-hati ketika akan melakukan sesuatu. Banyak kesalahan atau kegagalan yang timbul akibat kurangnya sikap tanggung jawab dalam diri seorang anak dan melalui kesalahan tersebut seorang anak akan belajar menjadi lebih bertanggung jawab, hati-hati, displin dan lain sebagainya.

Memberikan Kepercayaan Pada Anak

Cara Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab Dalam Diri Anak akan memberikan kepercayaan pada anak. Memberikan kepercayaan pada anak merupakan cara yang bisa kita lakukan dalam menumbuhkan sikap tanggung jawab dalam diri anak, orang yang diberi kepercayaan sebenarnya memberi efek pada kondisi psikologisnya.

Anak yang diberi kepercayaan merasa orang lain lebih menghargainya, menganggapnya sebagai orang yang bisa diandalkan sehingga berimplikasi pada keinginan orang tersebut untuk membalas kepercayaan orang yang telah mempercayainya. Dengan memperoleh kepercayaan maka anak tersebut akan lebih bertanggung jawab dan berusaha maksimal menjalankan amanah yang dipercayakan padanya.

Kerja Kelompok

Kerja kelompok biasanya akan dilakukan dalam proses belajar di kelas, sikap tanggung jawab seorang anak sangat bisa diketahui melalui kegiatan kerja kelompok. misalkan kelompok A memperoleh tugas untuk membuat sapu lidi dan dalam proses pengerjaan tugas tersebut biasanya masing-masing anggota kelompok akan memperoleh tugasnya masing-masing, anak yang tidak bertanggung jawab sudah pasti tidak akan mau mengerjakan bagian yang telah menjadi tugasnya.

Namun kerja kelompok biasanya akan melatih pribadi anak menjadi seorang pribadi yang sosialis, mudah bekerjasama dan tak ingin mengecewakan orang lain. Hal ini karena setiap anak tidak ingin anggota kelompoknya kalah atau dimarahi akibat tugas yang diberikan tidak selesai maka akan membuat anak tersebut termotivasi untuk menyelesaikan bagian yang dibebankan padanya dengan penuh tanggung jawab.

Mengajarkan Anak Untuk Punya Harga Diri

Apa hubungan antara harga diri dan tanggung jawab? hubungannya sudah sangat pasti dan sangat erat. Sebagian orang akan kurang bertanggung dalam terhadap sesuatu hal dikarenakan rasa malu atau penghargaan untuk dirinya sendiri kurang. Orang yang mempunyai harga diri tinggi sudah pasti akan menjalankan amanah dan bertanggung jawab yang dipercayakan padanya.

Memberi Contoh dan Menjadi Teladan Buat Anak

Teori jhon locke mengatakan bahwa anak ibaratkan kertas kosong yang masih putih, apa yang diajarkan atau dicontohkan kepada anak akan distimulasi anak untuk ditiru dan diikuti. Jadi usahakan kita menjadi contoh dihadapan anak, perbanyak melakukan berbagai hal baik serta menampilkan perilaku terpuji, minimalisir sikap kasar dan lain-lain. Memberikan contoh bagaimana menjadi orang yang bertanggung jawab baik dalam bentuk perkataan dan perbuatan.

Inilah beberapa Cara Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab Dalam Diri Anak. Sebenarnya memang ada banyak cara yang bisa kita lakukan ketika mendidik anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab namun dalam ksempatan. Semoga bisa menginspirasi kita semua ya moms!


Salam



Anak Hebat! Cara Jitu Supaya Anak memiliki Etika dan Sopan Santun


Indonesia sangat terkenal sebagai sebuah bangsa yang mempunyai sopan santun yang baik, ramah, serta memiliki moralitas yang tinggi. Namun semakin ke sini, semakin banyak sekali kasus di mana masyarakat serta pemuda-pemudi Indonesia malah mempunyai sikap yang sebaliknya.

Mulai dari kasus siswa tidak menghormati guru, bersikap tidak sopan kepada orang yang lebih tua. Bahkan yang sudah dewasa pun malah memberikan contoh yang tidak baik, seperti halnya mengajarkan anak kecil untuk merokok, minum-minuman keras, dan berbagai hal negatif lainnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Bisa jadi hal ini dikarenakan kesalahan maupun kurangnya sebuah pendidikan tentang bagaimana bersikap yang baik terhadap orang lain yang mereka terima sewaktu kecil. Banyak orang tua yang hanya berfokus untuk mendidik anaknya agar pandai sehingga mengabaikan pendidikan tata krama ataupun sopan santun mereka.

Padahal sangat penting untuk mempunyai sikap dan tata krama yang baik. Tanpa kedua hal tersebut maka seorang anak belum bisa dikatakan sebagai manusia yang seutuhnya. Karena banyak manusia yang sudah kehilangan dua hal tersebut dan berakhir mempunyai sikap yang dikalim lebih buruk dari hewan.

Berikut ini ada beberapa cara membentuk sikap baik, sopan santun, serta tata krama yang baik bagi anak kita ya moms.

Orangtua Harus Memiliki Sikap Tersebut Dalam Dirinya

Cara pertama yang harus dilakukan adalah kita harus mempunyai semua sikap dan etika yang baik itu dalam diri kita. Karena anak-anak selalu memandang orang tua mereka sebagai teladan yang harus ditiru. Daripada hanya menceramahinya menyuruhnya secara lisan, sebaiknya kita langsung mempraktikkan apa yang kita ucapkan di depan anak.

Anak akan lebih cepat meniru apa yang dilihat dari pada hal yang hanya didengarnya. Jadi jika kita ingin anak mempunyai etika dan sopan santun yang baik, maka kita harus menjaga sikap kita di depan mereka.

Rumah Merupakan Tempat Berlatih Terbaik

Rumah merupakan tempat latihan terbaik untuk menumbuhkan etika serta sikap sopan santun yang baik sebelum anak harus terjun ke masyarakat. Hal-hal seperti mengucap salam, mengetuk pintu, bersikap sopan pada orang yang lebih tua, etika di meja makan, dan yang sebagainnya bisa dipraktikkan di rumah secara berulang-ulang.

Hal ini bertujuan agar akhirnya sikap tersebut akan tertanam kuat, serta berubah menjadi kebiasaan yang mana mereka akan merasa tidak nyaman jika melanggarnya.

Berikan Kata Pujian dan Dorongan Ketika Anak Melakukan Hal Baik

Anak-anak maupun dewasa pasti sangat menyukai yang namanya pujian. Semua orang akan semakin bersemangt ketika mengetahui apa yang ia lakukan mendapatkan apresiasi dari orang lain. Gunakan sifat ini untuk menumbuhkan etika baik pada anak, puji mereka ketika anak melakukan hal yang baik. Hal ini bisa memberikan anak dorongan untuk melakukan berbagai hal yang baik lainnya.

Jangan sampai mengabaikan anak, karena jika mereka merasa terabaikan ada kemungkinan mereka malah akan melakukan hal buruk. Karena ada banyak kasus anak yang melakukan hal buruk hanya demi mendapat perhatian orang tuanya.

Koreksi Anak Pada Saat Itu Juga Jika Anak Melakukan Kesalahan

Ketika kita sedang berdua dengan anak lalu ia melakukan kesalahan, maka langsung koreksi saat itu juga. Hal ini lebih memberikan efek dan lebih melekat di ingatan mereka. Namun jika ia melakukan kesalahan di depan banyak orang ataupun seseorang yang asing baginya, maka ada dua tindakan yang harus dipertimbangkan.

Tindakan yang pertama adalah kita bisa menegur dan mengkoreksinya pada saat itu juga. Tindakan yang kedua berlaku pada kita yang mempunyai anak yang sensitif, yaitu mengkoreksinya ketika semua orang telah pergi. Karena jika kita menegur seorang anak yang sensitif hal ini ditakutkan akan membuatnya menjadi rendah diri ataupun minder.

Katakan Pada Anak Manfaat Dari Mempunyai Etika yang Baik

Anak harus tahu mengapa ia harus bersikap sopan, serta manfaat yang ia dapatkan ketika melakukannya. Dengan begitu selain melatih sikapnya, anak juga bisa belajar bagaimana cara melihat situasi dan cara bersikap yang benar dalam situasi tersebut. Katakan padanya bahwa orang yang mempunyai sikap dan etika yang baik, ia akan mendapatkan banyak teman serta disayangi banyak orang.

Lakukan Permainan Seni Peran

Agar tak melulu tentang teori dan hanya sebatas ceramah, ada baiknya kita melakukan latihan sambil bermain. Hal ini juga membantu anak untuk lebih mengingat sikap apa yang harus anak tunjukkan dalam situasi tertentu. Lakukan permainan seni peran seperti berpura-pura menjadi penjual dan pembeli, berpura-pura menjadi orang baru pertama bertemu dan permainan seni peran lainnya.

Latihan! Latihan! Latihan!

Kunci utama untuk mempelajari hal baru yaitu selalu lakukan pengulangan. Jadi sangat penting untuk selalu berlatih dan berlatih lagi. Ketika suatu saat anak lupa akan etika yang harus ia lakukan maka kita sebagai orang tua harus mengingatkannya.

Misalnya ketika bertemu dengan orang dewasa lainnya ia lupa mengulurkan tangannya, maka kita bisa mengingatkannya dengan kata-kata atau dengan tindakan mengambil tangannya secara lembut dan mengulurkannya untuk berjabat tangan.

Dengan kegigihan, pengulangan, serta latihan terus menerus maka anak akan segera memasukkan kebiasaan baik ini ke dalam kehidupan sehari-harinya.

Inilah beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai orang tua untuk memiliki anak dengan etika yang baik. Yuk, praktikkan sekarang juga! Jangan sampai anak kita mengalami krisis etika dan sopan santun ya moms! Semangat!

Salam



Kenali dan Hindari! 7 Jenis Karakter yang Sebenarnya Termasuk Penyakit Mental



Seringkali kita mempelajari berbagai macam ilmu tentang karakter atau sifat manusia yang dianggap bawaan lahir. Berdasarkan zodiak sampai primbon Jawa, semua karakter yang mendominasi selalu dikaitkan dengan faktor tersebut.

Menurut buku Cognitive Therapy of Personalitiy karya psikoterapis Amerika, Aaron T. Beck dan Arthur Freeman, mereka menjelaskan beberapa karakter manusia yang berhubungan dengan masalah mental.

Karakter-karakter ini tidak bisa dianggap wajar, bahkan seharusnya bisa diubah ke arah yang lebih baik. Berikut beberapa karakter yang berhubungan dengan penyakit mental.

Pemalas

Karakter malas ini digambarkan dengan sikap orang yang sangat menginginkan sedikit bekerja, namun menuntut banyak istirahat. Sikap malas bukan karakter manusia asli, ini merupakan masalah mental yang sebenarnya bisa diubah.

Seorang anak yang mempunyai mental yang baik akan menghargai manajemen waktu dan tanggung jawab mereka terhadap pekerjaan orang lain. Malas itu bisa dihindari, jangan pernah bersembunyi di balik sifat buruk ini.

Pemalu
Jangan menyembunyikan ketidakmampuan menyesuaikan diri di balik rasa malu. Pemalu bukan karakter bawaan, ini merupakan kegagalan emosi yang menyebabkan tidak bisa menerima kehidupan luar.

Seorang anak yang pemalu mempunyai hipersensitivitas yang membuat penderitanya merasa takut bergaul dengan orang lain. Jelas ini merupakan penyakit mental yang harus dibuang. Sikap pemalu mengecilkan mental anak sampai membatasi hubungan dengan orang lain.

Paranoid

Kecurigaan yang berlebihan dengan semua hal yang hanya ada di pikiran membuat jiwa seorang anak menjadi seorang yang paranoid. Paranoid bukan bawaan lahir, ini termasuk salah satu penyakit mental yang perlu disembuhkan. Seseorang yang menderita paranoid tidak akan merasakan hidup aman dan bahagia.

Berbagai hal kecil saja bisa menjadi masalah besar dalam sudut pandang anak. Penderita paranoid akan melihat orang lain dengan penuh kecurigaan hingga kehilangan selera humor. Jelas ini berbahaya dan berpotensi menghilangkan kebahagiaan yang seharusnya dirasakan.

Temperamen

Seorang anak temperamen yang tidak bisa mengendalikan amarahnya dianggap terkena gangguan kepribadian ambang. Sifat ini sangat bahaya dan bisa merugikan diri sendiri serta orang lain.

Perubahan suasana hati yang tidak stabil membuat seorang anak temperamen bisa meluapkan amarahnya kapan saja. Suasana hati yang tidak terkontrol tanpa alasan yang jelas merupakan bagian dari penyakit mental. Sebaiknya, latih mental anak agar sikap temperamental bisa dihilangkan.

Narsistik

Berharap lebih diperhatikan sampai berusaha agar tampil paling menonjol merupakan tujuan utama seorang narsistik. Anak seringkali mengharapkan sifat khusus yang harus anak terima dari orang lain.

Jelas karakter ini disebabkan oleh masalah mental. Kita harus perlu mengubah sifat narsistik anak ini agar bisa menjalani hidup dengan apa adanya. Kecemburuan dan sifat iri hati selalu tertanam dalam mental seorang narsistik. Sebaiknya, hilangkan sifat narsistik dengan membiasakan tidak memaksakan keinginan.

Perfeksionis
Perfeksionisme dianggap sebagai gangguan kepribadian obsesif-kompulsif. Karakter ini tumbuh akibat standar manusia yang mengharuskan seseorang hidup secara detail dan sempurna.

Seorang anak perfeksionis terbiasa memenuhi standar tersebut agar bisa hidup dengan baik. Semua ini bisa berbahaya jika tidak seimbangnya tuntutan dan kemampuan. Sulit untuk seorang perfeksionis menemukan lingkungan yang tepat karena anak memasang standar yang terlalu tinggi. Mental perfeksionis selalu memandang segala hal dari kesempurnaan.

Emosionalitas


Emosionalitas dianggap sebagai gangguan kepribadian histrionik. Anak sering kali histeris dan memandang segala hal secara berlebihan. Penderita gangguan ini akan sulit berkonsentrasi, emosi cepat berubah dan selalu ingin mendapat perhatian.

Kepekaan emosionalnya seringkali merugikan, bahkan berujung pada ketakutan yang tidak jelas. Emosi yang seperti ini menyebabkan anak gampang marah dan berpikir tidak rasional. Anak akan mudah terpancing emosi dan mental mudah down.

Nah, beberapa karakter ini merupakan masalah gangguan mental yang perlu kita ketahui sebagai orangua. Segala sifat atau karakter yang buruk bukan bawaan lahir, kita perlu mengubahnya agar hidup bisa lebih baik.

Salam



Ketahui! 13 Cara Untuk Meningkatkan Percaya Diri Pada Anak



Rasa percaya diri itu sangat lah penting untuk perkembangan pertumbuhan anak. jika seseorang yang kurang merasa percaya diri akan sangat mempengaruhi sikapnya di lingkungan sekitar. untuk itu sebagai orang tua sangatlah penting untuk meningkatkan rasa percaya diri pada seorang anak.

Menumbuhkan rasa percaya diri pada seorang anak tidak bisa tumbuh dengan sendirinya. karena dalam hal ini tentu saja sangat membutuhkan peran penting dari lingkungan, orang tua dan juga di sekolahnya.

Apabila seorang anak kurang maerasa percaya diri, tentu saja akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dna juga perkembangan psikologis anak tersebut. anak cenderung akan merasa minder, pemalu dan sulit masuk ke dalam lingkungan masyarakat. untuk itu perlu juga mengtehaui berbagai cara dalam  cara meningkatkan rasa percaya diri pada seorang anak.

Dengan menumbuhkan rasa percaya diri seorang anak, pasti akan sangat membantu dalam kemudahan anak tersebut dalam menghadapi masa depannya kelak. Sehingga saat dia dewasa nanti akan lebih mudah untuk mengambil sebuah keputusan, lebih berani dan mengetahui tujuan hidupnya di masa depan.

Untuk itu kita sebagai seorang pendidik dan juga orang tua yang baik, memang sangat penting bagi kita untuk mencari tahu mengenai cara meningkatkan rasa percaya diri pada seorang anak diantaranya:

Melibatkan Anak Dalam Mengambil Keputusan

Salah satu hal yang dapat membuat anak lebih percaya diri adalah dengan melibatkan anka dalam mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Seperti saat anak ingin mengambil sekolah lanjutan atau memilih mata pelajaran tambahan yang dia sukai. Dengan begitu kita juga sudah dapat meningkatkan rasa percaya diri ana. Karena anak merasa dilibatkan dalam sebuah kepuusan yang menyangkut tentang diirnya sendiri

Jangan Pernah Membandingkan Dengan Orang Lain

Kita sebagai orang tua yang mempunyai peran penting bagi perkembangan anak, tentu kita ingin anak kita menjadi oang yang dapat diandalkan dimasa depannya kelak, apalagi jika anak kita menjadi seorang pemberani dalam hal mengambil setiap resiko dan memutuskan segala hal, untuk itu kita juga harus mmebiarkan anak tumbuh dengan perkembangannya sendiri.

Memberi motivasi adalah kewajiban kita sebagi orang tua, tanpa harus membandingkannya dengan anak lainnya, karena hal ini malah akan mengangu psikologisnya kelak.

Bantu Anak Untuk Menemukan Hal yang Menyenangkan

Setiap anak pasti mempunyai bakat yang terpendam di dalam dirinya, untuk itu kita perlu mengembangkan emngenai hal yang disukai oleh anak kita. Hal ini juga dapat meingkatkan dna juga menumbuhkan rasa percaya diri pada dirinya sendiri, sehingga anak akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Memberikan Tanggung Jawab Pada Anak

Hal sederhana yang bisa kita lekukan dalam meningkatkan rasa percaya diri anak adalah dengan memberikannya sebuah tanggung jawab, dan juga memastikan bahwa anak bisa melakukan tangung jawab tersebut. mislanya saat kita sedang melakukan pekerjaan rumah, mintalah sang anak untuk membantu kita.

Lalu setelah dia menyelesaikan tugas yang kita berikan jangan lupa untuk memujimnya. Hal ini juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.

Mencoba Bermain Dengan Anak

Jangan pernah mengacuhkan anak saat dia memang sedang butuh kita sebagai teman bermain. Ajaklah anak untuk bermain dengan kita, dan katakan pada anak bahwa kita sangat senang bermain dengan mereka. Hal ini juga dapat membantu anak dalam meningkatkan rasa percaya diri pada dirinya.

Sehingga anak akan lebih merasa dihargai saat orang tua tidak mengacuhkannya. peran psikologi lingkungan akan sangat membantu dalam hal ini

Mensyukuri Atas Segala Pemberian Tuhan

Mengajari anak untuk banyak bersyukur mengani segala sesuatu yang telah didapatnya juga dapat lebih meningkatkan rasa percaya diri anak sehingga anak pun akan bisa mengikuti apapun yang orang tuanya katakan, jangan pernah membuat anak merasa puas dalam segala hal yang telah dilakukannya. Dalam hal ini peran psikologi pendidikan memang sangatlah dibutuhkan.

Mempraktikan Bukan Sekedar Teori

Saat kita memberikan pengarahan pada anak mengenai pentingnya rasa percaya diri, tentu hal ini tidak akan pernah berhasil apabila kita tidak mempraktikannya langsung pada anak kita. Untuk itu jangan hanya mmeberikannya sekedar teori kepercayaan diri belaka.

Lakukan dan praktikan mengenai semua yang akan kita berikan pengarhan pada anak. Sehingga anak pun akan mencontoh orang tua dan langsunga akan mempraktikan segala yang diberi tahukan ornag tua kepadanya.

Menonjolkan Kelebihan Anak

Jika anak mempunyai bakat teretntu dalam suatu bidang, sebagai orang tua kita perlu lebih focus terhadap segala hal yang menjadikan anak lebih nyaman. Mislanya anak kita lebih menyukai olahraga nah dalam hal ini kita bisa mengembangkan hobi nya, karena dengan cara begitu akan bisa mempenagruhi dalam meningkatkan rasa percaya diri seorang anak nantinya.

Katakan Padanya, Bahwa Kita Percaya

Meningkatkan percaya diri anak memang tidak lah mudah, kita bisa memulainya dari hal yang paling kecil sekalipun, seperti mengatakan kepada dirinya bahwa kita perccaya pada dirinya, mengenai apa yang dia lakukan. Dengan cara begitu anak pun akan merasa percaya diri. Karena dalam hal ini ornag tua ya saja mempercayai dirinya.

Menggali Pengetahuan


Dengan banyak menggali pengetahuan yang banyak dan juga memperluas pengetahuan anak, akan meningkatkan rasa percaya dirinya. Karena dengan kaya akan ilmu, seorang anak akan lebih merasa percaya diri  di masa depannya. Untuk itu sebagai orang tua dan sekaligus seorang pendidik kita perlu membantu anak untuk menambah segala ilmu pengethauan yang ada pada dirinya.

Jangan Pernah Menyalahkannya

Berbuat kesalahan adalah hal biasa yang dilakukan oleh seorang anak. Kita sebagai orang tua yang baik jangan pernah menyalahkan anak, apalagi di depan orang banyak, karena hal ini malah akan membuat rasa percaya dirinya hilang.

Untuk itu menasihati dengan perkataan yang lembut dan memberikan pemahaman kepadanya akan lebih baik dari[ada menyalahkan anak atas kesalahan yang telah dibuatnya.

Jangan Pernah Menjudge

Menyalahkan seorang anak hanya akan membuatnya merasa jauh lebih terpuruk dan akan menghilangkan rasa percaya dirinya. Bukan hanya rasa percaya diri di hadapan orang lain saja, anak juga bisa kehilangan rasa percaya dirinya pada diri sendiri. Untuk  jangan pernah menyalahkan anak mengenai segala tentang hal apapun yang menyangkut pada dirinya.

Intens Melakukan Komunikasi

Salah satu hal yang membuat anak merasa lebih percaya diri adalah karena nak tersebut tidak mampu mengungkapkan menangani segala sesuatu hal yang terjadi pada dirinya. Untuk itu penting sekali peran psikologi keluarga untuk membantu anak dalam meningkatkan rasa percaya dirinya. Berbicaralah pada anak sebagai teman, sehingga dia akan mengungkapkan segala Sesutu yang telah terjadi pada dirinya. Hal ini juga akan lebih meningkatkan rasa percaya dirinya karena orang tua nya mau meluangkan waktu untuk bicara padanya.

Demikian penjelasan terkait apa saja cara meningkakan percaya diri kepada anak agar anak mampu mengembangkan bakat yang ia miliki dalam dirinya.


Salam




Patut Dicoba! Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala


 
Kita sebagai orang tua merupakan peranan yang sangat membahagiakan, namun kita juga bertugas untuk mendidik anak supaya tidak salah jalan dan juga bisa membawa anak sampai dewasa tanpa ada berbagai hal yang membahayakan atau salah kaprah.  Salah satunya yaitu sifat keras kepala, dimana terkadang beberapa anak terbentuk karena pengaruh lingkungan dan menjadikan mereka keras kepala. Keras kepala juga bisa jadi Gangguan Mental Pada Anak  dengan tingkat ringan.

Biasanya keras kepala sudah menjadi sifat yang sangat menempel dan sudah pasti ada. Lalu bagaimana cara untuk mendidik anak yang keras kepala dengan tepat dan benar ?

Hindari Selalu Melarang

Melarang memang wajar karena anak harus dikenalkan pada hal yang namanya peraturan dan juga hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tetapi rasa penasaran dan ingin tahu seorang anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka mencoba berbagai hal diluar batas. Dampak Anak Sering Dimarahi dan terlalu sering dilarang juga akan buruk jadinya.

Kebanyakan kita juga selalu menerapkan larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak, terutama kita yang paranoid, larangan hanya akan menambah rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada kita.

Menuruti Semua Kemauan Anak Sama dengan Salah

Banyak dari kita yang beralasan bahwa kita sayang, memanjakan dan lainnya karena alasan A dan B. Padahal sebenarnya tindakan tersebut hanya akan membuat anak kita menjadi anak yang manja. Mungkin ketika masih kecil tidak terasa, namun ketika sudah dewasa anda akan merasa kerepotan dengan sikap manjanya.

Perkembangan sosial anak Usia Dini memang belum stabil, jangankan anak terkadang orang dewasa juga masih belum stabil. Tetapi apabila sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, maka dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua pasti memberikan apa yang mereka inginkan. Dan hal seperti ini memulai sifat keras kepala.

Hindari Hukuman Fisik

Cukup banyak dari kita yang salah mengaplikasikan kata “disiplin”, umumnya kita menerapkan pendidikan yang keras dan juga berlebihan dengan tujuan menggunakan metode ini karena termasuk Cara mendidik anak supaya mandiri.

Termasuk menggunakan kekerasan fisik untuk membuat sang anak mengerti akan arti disiplin. Sayangnya hukuman fisik merupakan hal yang paling bodoh yang dilakukan oleh kita. Kekerasan fisik hanya akan menambah anak semakin keras kepala dan juga Trauma Psikologis.

Hindari Mempermalukan Depan Umum

Apabila kita menasehati anak maka lakukan dengan cara  yang rahasia dan dengan suara lembut, namun tidak mengurangi ketegasan yang dihasilkan dengan cara tidak memberikan kompromi. Seperti contoh ,”Kamu tidak boleh coret-coret tembok rumah”, namun kita bisa mengatakan”Kalau kamu suka menggambar besok mama belikan buku gambar yang besar.”  Dengan begitu anak akan tahu alasan utamanya.

Apakah kita bisa mengettahui, keras kepala merupakan perlawanan ketika anak dipermalukan didepan umum. Sehingga anak menyangkal ketika disebut salah atau dinyatakan salah. Mempermalukan di depan umum juga menghasilkan rasa trauma pada anak.

Pilih Waktu yang Tepat Untuk Menasehati

Dapat memilah waktu yang tepat merupakan sesuatu yang penting dan perlu diperhatikan apabila ingin menasehati anak kita. Pilihlah saat yang tepat dimana kita bisa mentransfer maksud dan tujuan kita menegur anak bukan merasa digurui yang akhirnya tidak mendapatkan pembelajaran apapun dari kesalahan tersebut.  Pada saat kita bisa mengobrol dan mengatakan harapan-harapan kita pada sang buah hati atau sedang bermain bersama, selipkan maksud dan nasihat kita.

 

Bersikap Tenang

Tips bisa menahan emosi  mungkin dibutuhkan oleh kita dengan anak yang memiliki sifat keras kepala. Buka tanpa sebab, ketika kita mempunyai anak keras kepala sebagai orang tua kita juga harus bisa bersikap tenang. Jika keras kepala dibalas dengan sifat yang keras kepala juga justru yang ada bertengkar dan tidak pernah selesai. Coba tata emosi kita sebelum menghadapi anak yang sedang marah.

Salurkan Hobi

Bagaimana cara untuk melunakan sikap keras kepala anak-anak. Salah satunya dengan mengalihkan energi besarnya ke arah yang tepat yaitu dengan cara menyalurkan hobi. Selain membantu anak menemukan kesukaan atau kegiatan yang positif, kita juga bisa mencari potensi yang ada pada anak.

Jadilah Orang Tua yang Bijak

Seperti yang telah dikatakan bahwa menjadi orang tua itu tidaklah mudah, selain itu peran keluarga dalam pendidikan anak juga penting. Seperti halnya sikap bijak yang harus dimiliki oleh setiap kita semua. Yang terbaik bagi anak, kadang bukanlah yang terbaik bagi kita, dan disinilah sebagai orang tua harus bisa percaya dan membiarkan anak memutuskan apa yang menjadi kehedaknya. Perlu diingat terkadang keras kepala anak karena mereka yakin apa yang mereka pilih, bukan hanya memaksakan keinginan semata.

Berlaku Adil

Jika berlaku adil sulit maka bagaimana bisa kita mendidik anak dengan baik dan menghilangkan sifat keras kepalanya ? berlaku adil bisa menunjukan bahwa mereka sama dengan kakak dan adiknya. Hak dan kewajiban yang didapatkan sudah jelas berbeda, karena posisi yang berbeda. Anak pertama mempunyai kewajiban lebih banyak dan hal lebih banyak. Seringkali terjadi anak  menjadi pemarah dan keras kepala karena kita yang salah seperti halnya memanjakan si bungsu dan memaksa si sulung.



 
Berikan Pujian

Menghilangkan keras kepala bukan harus dilawan dengan keras lagi namun bisa juga dengan cara kita yang mengalah. Memberikan pujian bisa membantu menghilangkan sifat keras kepalanya, dengan begitu anak merasa dihargai dan juga diakui apapun yang telah mereka lakukan. Jangan ragu memberikan pujian sesekali namun juga tidak terlalu berlebihan agar anak-anak tidak merasa diagungkan.

Contohkan Sikap yang Baik

Ketika anak menjadi keras kepala dan bersikap sangat tidak baik maka itulah waktu untuk ibu, ayah dan lingkungan keluarga lainnya supaya introspeksi. Biasanya seorang anak menunjukan sikap yang sama dengan orang tuanya. Maka coba contohkan hal yang baik supaya anak-anak bisa menerapkan hal yang baik dan juga menirukan sikap yang sesuai.

Inilah beberapa penjelasan dan beberapa cara yang bisa kita terapkan terutama untuk para orang tua yang kesulitan untuk menghadapi anaknya yang memiliki sifat keras kepala. Semoga dengan beberapa informasi ini memberikan manfaat dan mampu meredakan sifat keras kepala buah hati tercinta.

Salam