Anakku, Seperti Apakah Karaktermu?


 
Banyak sekali para pakar psikologi yang mulai mengatakan kalau kegagalan ketika  menanam karakter pada seseorang sejak usia dini. Pasti akan sangat membentuk sebuah pribadi yang bermasalah ketika dimasa dewasanya kelak. Oleh karena itulah, untuk sejak usia dini maka karakter itu sangat perlu untuk dibentuk serta dibina supaya memperoleh sebuah kualitas karakter yang sangat baik. Seperti halnya ketika akan membentuk sebuah otot maka latihan haruslah dilakukan secara terus menerus .

Thomas Lickora pernah mengemukakan “Walaupun jumlah anak – anak hanya 25% dari total jumlah penduduk, akan tetapi sangat menentukkan sekitar 100% masa depan”. Jadi, untuk pembentukkan sebuah karakter melalui sebuah pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak itu merupakan sebuah kunci utama untuk bisamembangun suatu bangsa.

Apalagi bagi saya seorang ibu yang pernah mengalami kegagalan dalam segala hal, sangatlah tidak ingin kegagaglan itu juga tercipta pada anak saya. Pemikiran seperti ini pasti juga selalu terbersit pada semua orang tua manapun. Sangat tidak ingin melihat kegagalan pada diri anak-anaknya. Cukuplah orang tua yang mengalami sebuah kegagalan tapi jangan pula terjadi pada masa depan anak.

Cukup sangat di rasa tidak ada waktu terlambat untuk terus menggali dan mengenal akan karaker anak kita ya moms! Terus belajar dan belajar, terus memahami dan memahami, terus mendekat dan mendekat. Pasti kita bisa!

Pendidikan Karakter Anak

Kapan waktu yang sangat tepat untuk bisa menentukkan kesuksesan serta juga keberhasilan seseorang? Maka jawabnya yaitu pada saat masih usia dini. Disini kita bisa membuktikannya melalui sebuah fakta yang memang telah banyak diteliti oleh para pakar dunia. 


Pada usia dini 0-6 tahun, maka otak akan berkembang sangat cepat sampai 80%. Pada usia tersebut maka otak akan menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik ataupun buruk. Itulah masa – masa yang dimana sebuah perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena pada saat itu banyak orang yang biasa menyebut masa ini sebagai masa – masa emas anak ( Golden Age ).

Kita sebagai orang tua dan para pendidik memang hendaknya bisa memanfaatkan masa emas anak untuk bisa memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak kita bisa untuk meraih keberhasilan serta juga kesuksesan dalam kehidupannya dimasa yang akan mendatang. Namun memang tidak dapat disangkal, kadang orang tua ataupun guru tidak bisa menyadari akan dampak dari sikap mereka terhadap anak ini justru bisa menjatuhkan mental anak.

Misalnya dengan memukul dan juga memberikan sugesti negative kepada anak, sehingga bisa menjadikan anak tersebut bersikap buruk, rendah diri dan juga minder, penakut dan tidak berani untuk mengambil resiko yang mana pada akhirnya karakter – karakter tersebut pasti akan dibawanya sampai dewasa. Tentu hal tersebut akan menjadi sebuah penghambat besar bagi anak dalam meraih dan mewujudkan semua keinginannya.

Sebenarnya untuk sebuah kesuksesan itu memang tidak hanya ditentukan oleh sebuah kecerdasan otak saja. Kesuksesan itu akan lebih dominan ditentukan oleh sebuah kecakapan dalam hal membangun hubungan emosional dengan diri sendiri, orang lain dan juga lingkungan. Selain itu, yang sangat tidak boleh ditinggalkan yaitu hubungan spriritual dengan sang pencipta-Nya yaitu Allah SWT.

Nah, moms sampai disini kita pasti sudah bisa melihat dan mengetahui sedikit pembentukan karakter anak itu seperti apa nantinya kita membentuk mereka. Sebuah PR besar buat saya sendiri, yang masih sangat jauh dari kata sempurna sebagai seorang ibu buat buah hati hati saya. But! Jangan menyerah dan putus asa ya moms, kita masih belum terlambat. Yuk! Kita melangkah bersama membentuk karakter terbaik untuk putra putri kesayangan kita. 

Disini ada beberapa karakter yang bisa kita kehendaki bisa tumbuh dari diri anak kita ya moms! :

Percaya Diri 


Kepercayaan terhadap diri sendiri itu memang sangat berpengaruh terhadap sebuah perilaku anak. Sebagai ilustrasi, seorang anak itu sebenarnya sangat mampu untuk mengerjakan soal hitungan, akan tetapi karena dia selalu menilai soal hitungan itu sangat sulit dan tidak bisa dikerjakan olehnya maka dia pun tidak akan bisa untuk mengerjakannya.

Oleh kerna itulah membangun kepercayaan diri anak itu sangatlah penting. Sebagai orang tua kita bisa melakukan komunikasi dengan anak secara sehat, yaitu dengan tidak menekan anak tetapi mengangkatnya atau dengan kata lain menghargai segala kreatifitas yang dimilikinya.

Memiliki Rasa Ingin Tahu


Anak itu tipikal ciptaan yang sangat pandai bertanya tentang segala hal yang telah dia  lihat ataupun dengar. Akan tetapi kepandaian tersebut pasti tidak akan terekspresikan dengan baik apabila respon dari lingkungannya sangat tidak menyenangkan. Oleh sebab itu maka berikanlah sebuah jawaban dengan sangat bijaksana pada anak yang telah bertanya. 


Memiliki Motivasi Diri

Dalam hal menumbuhkan sebuah motivasi anak maka sebaiknya memang harus dilakukan sejak dini. Pemahaman seorang anak yang diberikan sejak kecil pasti akan dibawanya sampai dewasa. Kadang orang dewasa itu menganggap anak kecil belum mengerti apa-apa, sehingga orangtua itu terlihat menyepelekan kualitas obrolan dengan anak. Padahal pada kenyataannya anak tersebut akan menyerap informasi apa pun yang telah diterimanya.

Mampu Menahan Diri atau Bersabar


Ketika seorang anak itu menginginkan sesuatu, maka sangat jarang sekali mereka bisa menahan keinginannya tersebut. Anak-anak itu selalu ingin segara memiliki baik dengan cara merengek ataupun dengan cara merebutnya langsung dari orang lain. Karakter seperti ini bisa kita ubah ya moms seiring dengan pemahaman anak tentang keuntungan yang akan diperolehnya jika dia bersabar (menunda keinginan).

Misalnya, anak yang menginginkan permen maka akan diberi pilihan, jika dia mengambilnya sebelum jam istirahat maka dia hanya bisa memperoleh satu tetapi jika dia mengambilnya setelah jam istirahat tiba, maka dia akan memperoleh permen tersebut dua. Anak akan belajar memilih sebuah tindakan serta juga konsekuensi dari tindakannya itu sendiri (jika anak mampu untuk bersabar, maka dia pasti akan bisa mendapatkan jumlah permen lebih banyak).

Mampu Bekerja Sama atau Bergaul


Anak itu memiliki sebuah kemampuan emosional dan juga social yang sangat baik dalam lingkungannya. Hal ini sangat mungkin bisa terjadi karena kondisi dalam dirinya baik dan lingkungan yang positif pun pasti akan mendukungnya. 


Faktor Kegagalan Dalam Membentuk Karakter Anak :

•    Orangtua terlalu menyepekan jadi tidak dididik sejak dini. Padahal pendidikan sejak dini itu bersifat sangat permanent. Anak pada usia 0-7 tahun, berdasarkan keyakinan islam bahwa “ belajar diwaktu kecil, bagaikan mengukir di atas batu”.

•    Kesalahan orang tua dalam hal mendidik anak. Yaitu ketika tidak sangat berhati-hati dengan ucapan ataupun doa yang berdampak negative terhadap seorang anak. Terkadang orang dewasa itu terlalu memaksakan anak dan tidak menanamkan karakter baik pada anak meskipun itu untuk tujuannya baik.

•    Menanamkan berbagai sugesti negative melalui sebuah perkataan pada anak, sehingga terbentuk sebuah stigma yang tidak baik terhadap pembentukan karakter anak.

Akibatnya:

•    Sifat anak bisa menjadi acuh tak acuh dan juga emosi tidak seimbang.

•    Bersikap sangat agresif, minder, dan negative thinking.

•    Kreatifitas anak akan hilang sampai 90%.

Nah moms! Kita pasti sangat tidak ingin bukan anak kesayangan kita jadi bersifat seperti itu. Jangan salahkan anak moms! Anak seperti itu bisa jadi karena ketidaksabaran dan kesalahan kita juga sebagai orangtua yang telah salah dalam membentuk karakter anak. Yuk! Kita buang satu persatu sifat jelek kita juga sebagai orangtua supaya kita bisa mencetak generasi bangsa yang hebat dan sempurna!

Semoga Bermanfaat ^_^ 


                                                                                 Salam 


8 komentar:

  1. Yepp. Aku sedang belajar ttg Montessori Mba. Di situ ada namanya Sensitive Period, jadi periode usia anak yg lagi sensitif dan mudah sekali mempelajari sesuatu. Kalau kita ajari di periode sensitif itu, maka yg kita ajari akan lebih mudah diserap oleh mereka. Mostly memeang untuk life skills periode sensitifnya ya pas Golden Age spt yg Mba sebutkan. Thanks for sharing. Btw aku BW dari WAG Switch. Mampir-mampir ya Mba ke tempatku hihi

    ReplyDelete
  2. Ya mba, masa golden age masa yang tepat untuk menanamkan hal-hal baik pada anak ya. Jangan ditakut-takuti termasuk untuk beribadah. Tapi yang aku pernah denger justru keluarkan fitrah keimanannya dengan hal-hal baik. Misal daripada bilang ayo solat, biar gak dihukum Allah, lebih baik katakan Allah sayang anak2 yg solat.. Cmiiw..

    ReplyDelete
  3. semoga aku bisa membentuk karakter anak dari sejak dini. Soalnya saat inj anak aku pemarah dan cemburu. Sebab usia dia masih 3 tahun aku uda lahiran anak ke 2

    ReplyDelete
  4. Makasih Mbak.. Menambah referensi tentang mendidik anak

    ReplyDelete
  5. Saya sangat memiliki ketakutan seperti itu Bun Rin. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk mendampingi anak-anak agar mereka menjadi generasi terbaik di masa depan 🥰, aamiin

    ReplyDelete
  6. Tulisannya sangat bermanfaay.. makasih banyak mba

    ReplyDelete
  7. Anakku yg bungsu. Rasa ingin tahunya tinggi banget. Selain itu, dia juga mudah banget bergaul... Makasih artikelnya Mbak...

    ReplyDelete
  8. Ilmunya daging nih Mbak. Alhamdulillah...semoga faktor-faktor kegagalan itu menjauh dari saya ya Mbak...terkadang secara tak sengaja menuju faktor-faktor tersebut, semoga Allah menjaga lisan saya. Amiin.

    ReplyDelete