Cara Mengajarkan Sifat Pemaaf pada Si Kecil


 
Memang akan butuh hati yang sangat besar untuk bisa mengakui kesalahan yang sudah kita perbuat. Itulah sebabnya dengan meminta maaf bisa membantu Si Kecil untuk belajar berjiwa besar dan bertanggung jawab dengan semua kesalahan yang dilakukannya. Hubungan Si Kecil dengan orang-orang yang ada di sekitarnya pun terjalin dengan baik.

Anak kecil yaitu seorang sosok yang masih tetap mempunyai tingkat keegoisan yang begitu sangat tinggi. Oleh karenanya, sebagian kita terasa agak kesusahan agar bisa menanamkan jiwa pemaaf pada anak. Anak relatif masih tetap susah untuk di ajak mohon maaf pada sesamanya saat anak sedang lakukan kekeliruan. Menumbuhkan sifat pemaaf pada anak kadang-kadang dipandang jadi satu hal yang memang susah dikerjakan.

Meskipun sedikit susah, akan tetapi sejatinya bisa menumbuhkan sifat pemaaf pada anak bisa dibuat sedikit demi sedikit. Bukan hanya sekedar mohon maaf, jadi waktu lakukan kekeliruan, maka anak bisa juga ditanamkan sifat untuk bisa memaafkan kekeliruan orang yang lain yang dikerjakan padanya.

Mengenalkan Sejak Kecil

Usia balita ini merupakan sebuah masa yang sangat tepat untuk bisa mengenalkan anak tentang pentingnya saling memaafkan. Mulailah dengan berbagai hal kecil seperti meminta maaf ketika bersendawa di depan umum. Katakan pada Si Kecil bahwa tindakan tersebut tidak sopan. Menggunakan bahasa yang bisa dimengerti, jelaskan kepadanya untuk bisa meminta maaf setiap kali anak berbuat kesalahan.

Menjadi Role Model

Anak-anak merupakan seorang peniru yang sangat ulung. Mereka bisa dengan sangat mudah menyerap apa yang mereka lihat, dengar, dan alami, terutama apabila sumbernya tersebut berasal dari kedua orang tua sendiri. Oleh sebab itu, Moms dan pasangan harus bisa saling memaafkan dulu apabila ada yang berbuat salah. Saat Moms dan pasangan melakukan kesalahan pada Si Kecil, maka bersegeralah untuk meminta maaf. Si Kecil pun akan lebih mudah meniru.

Beri Alasan Minta Maaf

Saat meminta maaf, maka jangan lupa untuk memberikan alasan kepada Si Kecil. Jelaskan dengan menggunakan bahasa sesederhana mungkin supaya Si Kecil paham. Berikan beberapa contoh nyata yang biasa terjadi dalam keluarga. Dengan melihat alasan yang masuk akal, maka Si Kecil akan lebih cepat belajar. Apabila anak belum paham, berikan waktu lebih pada Si Kecil agar bisa memahami makna saling memaafkan seutuhnya.

Menumbuhkan Empati

Cara lain yang bisa kita lakukan untuk membuat anak belajar saling memaafkan yaitu dengan menumbuhkan empatinya. Misalnya dengan mengatakan hal seperti ini, “Adik merebut mainan teman adik sampai dia menangis, coba bayangkan kalau mainan adik yang direbut, bagaimana?” Perkataan tersebut akan membuat Si Kecil akan berpikir seandainya anak ada pada posisi tersebut. Mungkin Si Kecil tidak akan langsung akan merespon, tapi setidaknya anak akan tahu bahwa perbuatannya itu salah.

Berikan Pujian

Pujian bisa menjadi penghargaan kecil sekaligus motivasi bagi Si Kecil untuk melakukan berbagai tindakan yang diharapkan kita. Kita bisa memberi pujian tiap kali Si Kecil berhasil meminta maaf atau memaafkan orang lain. Apabila belum, tetaplah beri anak motivasi supaya ia terdorong untuk melakukannya.

Setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk meminta maaf atau memaafkan, begitu juga dengan anak kecil. Apabila Si Kecil tidak mau, maka jangan paksa dia untuk meminta maaf atau memaafkan pada saat itu juga, ya, Moms. Nanti malah niatnya tidak tulus. Tapi, jangan sampai anak juga jadi lupa dengan kesalahannya.

Berikan Contoh

Jiwa seseorang anak yaitu jiwa peniru. Ia mencontoh segalanya yang berada di sekitaran lingkungannya. Terutama apa yang dikerjakan oleh orang tuanya karna orangtua yaitu sosok yang paling dekat dengannya serta jadi pendidik paling utama untuk si anak.

Karenanya, dalam soal mohon maaf atau memaafkan, orangtua bisa senantiasa memberi contoh pada anaknya. Orangtua bisa senantiasa mohon maaf juga akan kekeliruannya meskipun pada anaknya. Juga untuk memaafkan kekeliruan orang yang lain yang mohon maaf padanya. Hingga anak juga bisa mencontoh tingkah laku baik orang tuanya ini.

Lewat Media Lain

Media beda yang bisa dipakai untuk menanamkan jiwa pemaaf dalam diri anak yaitu lagu, film, atau narasi dalam buku. Anak bisa dipertunjukkan lagu atau film yang memiliki kandungan narasi mengenai cerita dengan topik pemaaf. Saat anak tengah memandangnya, orangtua bertindak aktif untuk turut dan mengajak anak untuk lakukan hal sama.

Mungkin saja awalannya anak juga akan sedikit cuek atau tampak seperti tidak miliki kepedulian. Tetapi saat dalam kehidupan setiap harinya anak alami momen yang sama juga dengan apa yang berada di dalam lagu, film atau narasi anak, anak bisa dirangsang untuk lakukan hal yang sama yang ada di dalam narasi itu yakni mohon maaf serta memaafkan.

Sabar serta Telaten
Membuat ciri-khas serta kepribadian anak tidak bisa dikerjakan cuma kurun waktu satu hari atau dua hari. Perlu kemauan yang kuat dari orangtua. Orangtua mesti sabar serta tekun menanamkan bermacam sifat baik pada anak.

Tersebut banyak hal yang bisa dikerjakan untuk menanamkan sifat pemaaf pada anak. Mudah-mudahan anak kita bisa tumbuh jadi pribadi yang bijaksana. Mudah-mudahan berguna bunda

Agama Islam mengajarkan untuk menjadi pribadi yang berlapang dada dan pemaaf. Terkadang orang lebih suka melakukan apa pun yang lebih sulit dari pada meminta maaf, Dan ini merupakan salah satu bentuk kesombongan karena ia merasa sedemikian mulia sehingga malu dan tidak bersedia untuk minta maaf. Pemaaf adalah sifat yang sangat terpuji yang Allah sifatkan kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.

Memaafkan merupakan apa yang mungkin telah dilakukan oleh orang lain kepada kita sebagai sebuah kesalahan, kesalahan itu bisa berbentuk menyakiti, penghinaan, fitnah yang disengaja maupun tidak di sengaja. Maka memaafkan mengikhlaskan perlakuan orang lain yang tidak baik kepada kita lalu memberi pemaafan atas semua perlakuan perlakuan yang tdak baik itu.

Sebelum sikap pemaaf itu tumbuh dalam seseorang ia harus menumbuhkan dulu sikap ketersediaan untuk mau menghormati orang lain terlebih dahulu. Karena pada dasarnya menghormati orang lain itu mendahului sikap  pemaaf. Disisi lain menghormati orang lain lain itu di dalamnya mengandung pemahaman tentang perbedaan perbedaan dari dirinya dan dari orang lain. ujar imam ratrioso psikolog pendidikan

Sikap menghormati inilah yang paling utama, jadi kalau sikap menghormati sudah tumbuh pada diri seseorang maka secara alami sikap memaafkan juga akan tumbuh karena menghormati perbedaan itu.

memaafkan bukan hanya sifat terpuji saja tetapi dengan memaafkan itu banyak sekali manfaatnya khususnya buat kesehatan, bahkan kemampuan seseorang untuk memaafkan orang lain itu justru salah satu tanda kesehatan jiwa atau kesehatan mental seseorang.

kemampuan memaafkan orang lain itu akan menyehatkan mental, spiritual, pikiran dan secara langsung juga menyehatkan fisik. karena manusia ini fisiknya atau raganya berhubungan dengan fikiran, berhubungan dengan hati, semua yang ada pada diri manusia itu menjadi satu kesatuan jadi jikalau sakit fisiknya itu bisa mengakibatkan mempengaruhi rohaninya dan demikian kalau sakit rohaninya juga akan mempengaruhi kesehatan fisiknya. Jadi manfaat mampu memaafkan orang lain signifikan kepada kesehatan mental, kesehatan jiwa, kesehatan fisik dari pada orang yang memaafkan tersebut. tutupnya


Salam









0 komentar:

Post a Comment