Penting! Kenali Karakteristik Anak Usia Dini Secara Umum



Anak usia dini merupakan anak yang masuk ke dalam kategori rentang usia sekitar 0-8 tahun. Usia segitu eliputi anak-anak yang sedang masuk ke dalam program pendidikan Taman Penitipan Anak, Tk sampai SD (Sekolah Dasar). Setiap anak usia dini dalam rentang usia berapa pun mempunyai kepribadian yang unik yang mana bisa menarik perhatian dari orang dewasa lainnya.

Selain itu, anak-anak pada kategori usia dini tentu saja mempunyai karakter tersendiri yang cukup berbeda dari anak pada usia lainnya. Karakter merupakan sifat bawaan yang biasanya akan diturunkan dari kedua orangtua. Karakter ini terkadang bisa juga membuat orang-orang yang ada di sekitarnya senang, namun beberapa juga bisa membuat para orang tua kesulitan untuk bisa mengatasinya.

Sayangnya banyak pula dari kita yang belum paham menangani perilaku anak-anak pada usia dini. Sehingga sangat dibutuhkan sebuah pengertian serta wawasan yang sangat luas bagi kita dalam memahami karakteristik anak. Sehingga nantinya tidak akan memberikan sebuah pengaruh buruk pada perkembangan anak.

Berikut ini ada beberapa karakteristik anak usia dini yang perlu kita ketahui ya moms.

Mempunyai Semangat Belajar Tinggi
Ketika anak-anak memiliki keinginan yang menyenangkan serta menarik perhatian mereka tentu saja membuat anak akan berusaha untuk terus mencari cara agar dapat memahami hal-hal yang mereka sangat inginkan. Misalnya saja, ketika anak tertarik dalam bidang mewarnai, maka anak akan terus melakukan kegiatan mewarnai secara berulang-ulang sampai dirinya merasa bisa.

Memiliki Pribadi Yang Unik

Meskipun memiliki banyak kesamaan umum pada perkembangan anak di usia dini, namun tetap saja setiap anak memiliki ciri khas tersendiri pada minat, bakat, gaya belajar, dan lainnya. Keunikan-keunikan inilah yang merupakan keturunan genetis hingga faktor lingkungan. Untuk itu dalam hal mendidik anak, tentu perlu diterapkan pendekatan secara individual ketika menangani anak usia dini.

Berpikir Konkrit

Yang dimaksud adalah berpikir berdasar pada makna sebenarnya, tidak seperti remaja dan orang dewasa lainnya yang terkadang berpikir secara abstrak. Bagi anak-anak di usia dini, segala hal yang mereka lihat dan ketahui akan terlihat asli.

Egosentris
Karakteristik ini tentu dimiliki oleh setiap anak, hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sikap anak yang cenderung memperhatikan serta memahami segala hal hanya dari sisi sudut pandangnya sendiri atau kepentingan sendiri nya saja. Hal ini dapat dilihat dari sikapnya yang seringkali masih berebut sesuatu, marah atau menangis bila keinginannya tidak dihendaki, dan memaksakan kehendak.

Karakteristik seperti ini biasanya memiliki keterkaitan dengan perkembangan kognitifnya. Menurut Piaget, anak pada masa usia dini berada dalam fase transisi dari fase praopersional menuju fasel operasional konkret. Pada fase operasional, biasanya pola fikir anak lebih menuju sifat egosentrik serta simbolik. Sementara di dalam fase operasional konkret, anak-anak sudah menerapkan logika yang digunakan untuk memahami persepsi-persepsi yang ada.

Menurut Berg, anak yang ada di dalam masa transisi ini masih memiliki kedua pola pikir tersebut secara bergantian bahkan terkadang sec ara simultan. Dalam memahami sebuah fenomena, biasanya anak seringkali memahami sesuatu hanya dari sudut pandangnya saja sehingga dirinya akan sering merasa asing meskipun berada di dalam lingkungannya.

Memiliki Rasa Keingintahuan yang Besar

Anak-anak pada kategori usia dini benar-benar memiliki keingin tahuan yang besar pada dunia yang ada di sekitarnya. Pada masa bayi, rasa keingin tahuan dari mereka ditunjukkan dengan cara senang meraih benda-benda yang bisa dijangkaunya dan kemudian memasukkan ke dalam mulut. Pada usia 3-4 tahun, biasanya anak akan sering membongkar pasang segala hal yang ada di sekitarnya untuk bisa memenuhi rasa keingin tahuannya yang besar. Tak hanya itu saja anak akan gemar bertanya pada orang lain meskipun masih menggunakan bahasa yang sederhana.



Senang Berfantasi dan Berimajinasi


Fantasi merupakan sebuah kemampuan membentuk sebuah tanggapan baru dengan tanggapa yang sudah ada, sedangkan imajinasi merupakan kemampuan anak dalam menciptakan objek ataupun kejadian namun tidak didukung dengan data-data yang nyata. Anak usia dini senang sekali membayangkan serta mengembangkan berbagai hal yang jauh dari kondisi nyatanya. Bahkan terkadang hingga menciptakan teman-teman imajiner. Teman imajiner tersebut bisa dalam bentuk orang, hewan, hingga benda.

Belajar Banyak Hal Menggunakan Tubuh

Anak-anak pada usia dini memang menjadi usia dimana dirinya senang mempelajari hal-hal baru. Mereka akan mulai banyak belajar dengan menggunakan seluruh anggota tubuh mereka, mulai dari merasakan, bergerak, menyentuh, membaui, menjelajah, mengamati, mengira-ngira, dan lainnya.

Memiliki Daya Kosentrasi Yang Pendek

Anak-anak pada usia dini memang memiliki rentang fokus dan perhatian yang sangat pendek dibandingkan pada remaja ataupun orang dewasa. Perhatian anak-anak usia dini akan mudah sekali teralihkan pada hal lainnya, khususnya yang dapat menarik perhatiannya. Sehingga sebagai pendidik, baik guru ataupun orang tua penting sekali untuk memperhatikan hal ini dalam menyampaikan sebuah pembelajaran penting. Pembelajaran yang baik dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih bervariasi serta menyenangkan sehingga tidak mengharuskan anak terpaku di tempat yang sama serta dalam waktu yang lama yang malah akan membuatnya bosan dan pelajaran tidak masuk ke dalam otak anak. 

 Bagian Dari Makhluk Sosial
Anak akan senang jika bisa diterima serta berada di dalam lingkungan teman-teman sebayanya. Mereka senang melakukan kerja sama serta saling memberikan semangat pada teman-teman lainnya. Anak membangun konsep pada dirinya melalui interaksi sosial yang terjadi di sekolah. Dirinya akan membangun kepuasan melalui sebuah penghargaan diri saat diberikan sebuah kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan teman-temannya. Untuk itu sebuah pembelajaraan dilakukan agar dapat membantu anak di dalam perkembangan perhargaan diri. Hal ini dilakukan melalui penyatuan strategi pembelajaran social.

Aktif dan Energik

Ketika anak mulai berkembang, biasanya mereka akan senang melakukan berbagai aktifitas. Mereka seolah-olah merasa tidak pernah lelah, bosan , bahkan juga tidak pernah ingin berhenti untuk melakukan aktifitas terkecuali saat mereka sedang tidur.




Berjiwa Petualang

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak pada usia dini memiliki rasa keingin tahuan yang besar dan kuat. Rasa keinginan ini biasanya akan disertai dengan menjelajahi sesuatu hal serta memiliki jiwa petualang. Misalnya saja, anak-anak senang sekali berjalan kesana kemari, membongkar hal-hal di sekitarnya, mencorat coret dinding, dan lainnya.

Spontan

Karakteristik lainnya yang dimiliki anak-anak usia dini adalah sifat yang spontan. Perilaku serta sikap yang biasanya dilakukan pada anak-anak umumnya merupakan sikap asli yang dimiliki mereka tanpa adanya rekayasa. Hal ini dapat terlihat dari anak-anak yang seringkali berbicara ceplas-ceplos tanpa ada sesuatu hal yang ditutupi. Selain itu apapun yang diperbuat dan dikatakan anak merupakan refleksi dari apa yang ada di dalam hati serta pikirannya.

Nah, moms itu tadi beberapa karakteristik yang biasa dimiliki oleh anak-anak usia dini. Tentu saja dengan cara mempelajari setiap karakter anak, maka kita sebagai orang tua maupun pendidik pasti akan lebih mudah untuk mengatasi karakter anak yang cenderung negative. Serta mampu mengoptimalkannya dalam sisi yang positif. Semoga informasi yang ada diatas bisa bermanfaat untuk kita semua ya moms!
Salam



7 komentar:

  1. Saya masih punya satu anak usia dini, berarti ya, si bungsu usia 6 tahun. Seru sih punya anak yang masih punya karakter seperti di artikel ini. Alhamdulillah.

    ReplyDelete
  2. Adakah anak-anak yang memiliki semua karakter di atas secara lengkao?

    ReplyDelete
  3. Untuk aktif dan enerjik ini kadang saya merasa kalau mereka enggak pernah ada capeknya, hahaha. Semoga kita di mampukan dalam mendidik anak-anak ya, Bun.

    ReplyDelete
  4. penting ya mb memang pemahaman mengenai anak, kalau tidak kita akan memberikan justifikasi diluar dari apa yang seharusnya didapat oleh anak. misalnya cap nakal, dsb

    ReplyDelete
  5. Anak usia dini memang sifatnya aktif, enerjik, eksploratif ya mba... Sayangnya kalau kena Gadget semua itu jadi redup. Makanya harus bantu stimulus juga supporting systemnya.

    ReplyDelete
  6. Sudah tiga postingan Aku baca tentang karakteristik anak. Ternyata laris juga ya tema ini. Anakku usia 4 tahun,p berfantasi dan berimjinasi dg mainannya. Ia kadang buat kandang dinosaurus dari legonya, buat istana utk kantor power ranger, dan seabreg imajinasi lainnya, yg kadang bikin ketawa ketiwi ...

    ReplyDelete