Tenang ya Moms! Ini Dia Cara Bijak Mengatasi Anak yang Suka Marah dan Memukul



Anak merupakan belahan jiwa, permata hati bagi kita sebagai orangtua. Karena itu bagaimanapun kondisi anak akan menambah keceriaan dan kebahagiaan bagi sebuah keluarga. Namun memang tak bisa dipungkiri, bahwa sebagian anak membawa sifat dan karakter yang sedikit bermasalah.

Sebagian anak bisa bersifat agresif ataupun pemarah. Karakter ini pasti akan muncul ketika usia mereka mulai memasuki 2 tahun. Mereka akan mulai menunjukkan sifat agresifnya dengan cara marah dan memukul orang lain atau bahkan juga akan melampiaskannya pada benda di sekitarnya. Tentu hal tersebut akan membuat kita khawatir.

Memang sifat ini pasti akan berkurang ataupun menghilang seiring dengan bertambahnya usia anak. Tetapi tentu saja hal tersebut juga memerlukan peran aktif kita supaya anak mampu mengontrol dirinya dengan baik.

Jangan biarkan si kecil masuk ke dalam sebuah kondisi dan juga kebiasaan yang tidak baik. Karena hal ini akan bisa membuat anak merasa dikucilkan ataupun di hindari oleh teman-temannya dalam lingkungan sekolah ataupun lingkungan bermainnya. Dan hal tersebut akan membuat anak merasa terkucil dan merasa minder. Jika hal ini sampai terjadi, tentu sangat tidak baik buat kondisi mental anak.

So, jangan dibiarkan ya moms! Berikut ini ada beberapa cara mengatasi anak pemarah dan suka memukul.

Tenangkan Anak
Jika anak bersifat agresif dengan cara memukul temannya pada saat bermain, maka ajaklah anak untuk menjauh ataupun menghindar dari temannya. Ajaklah anak ke tempat yang lebih tenang, kemudian coba tanyakan kenapa dia memukul temannya. Kemudian berikan penjelasan, pengarahan, bimbingan kepada anak. Katakan pada anak bahwa marah itu boleh akan tetapi tidak boleh memukul ataupun menyakiti orang lain.

Rajin Mendengarkan Cerita Anak

Banyak sekali kita sebagai orangtua yang mengabaikan ataupun meremehkan apa yang sedang anak ceritakan ataupun bicarakan. Akibatnya anak-anak akan merasa diacuhkan oleh kita. Mereka merasa tidak penting bagi kita sebagai orang tuanya, sehingga hal tersebut menyebabkan anak akan melampiaskan perasaan kesal karena kita dengan memukul ataupun membanting benda di sekitarnya.

Jadi, sebaiknya jangan mengabaikan ataupun menyepelekan ucapan serta juga curhatan anak. Anak-anak juga perlu seorang teman untuk berkeluh kesah dan bahkan anak juga sangat memerlukan saran dan pendapat dari kita sebagai orang tuanya.

Membangun Komunikasi Dengan Anak

Jika kita sering berkomunikasi baik dengan anak, saling mendengarkan apa yang anak keluhkan, maka tentu kita bisa memberikan anak nasihat dan saran yang baik untuknya. Selain itu, anak akan merasa aman dan nyaman ketika mendapatkan perhatian dari kita sebagai orang tuanya.  Jadi, bangunlah komunikasi yang baik dengan anak sejak dini, bahkan sejak anak masih bayi. Hal ini harus kita lakukan supaya kita mengerti apa yang anak inginkan dan rasakan.

Peluklah Anak Sesering Mungkin

Pada umumnya anak tidak mengetahui bagaimana cara memperoleh perhatian yang tepat dari kita sebagai orang tua ataupun orang lain. Anak pasti akan melakukan berbagai hal yang bisa membuatnya menjadi pusat perhatian orang banyak dengan kenakalannya. Cara seperti ini tentunya pasti sangat tidak disukai oleh banyak orang. Bahkan untuk kebanyakan dari anak-anak akan memukul temannya untuk bisa mendapatkan perhatian.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, kita harus bisa mencari cara, salah satunya yaitu dengan lebih sering memeluk anak. Peluklah anak sesering mungkin, usaplah dengan lembut kepala dan punggungnya kemudian katakan bahwa kita sangat mencintai dan menyayanginya. Katakan pada anak jika anak harus menjadi anak yang pintar, anak yang baik dan selalu melakukan hal-hal terpuji. Dengan demikian maka anak akan lebih tenang dan tidak menjadi anak yang agresif.

Berikan Contoh yang Baik Pada Anak

Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya, dan rumah merupakan sekolah pertama bagi mereka. Sebagai guru yang baik, maka kita dan pasangan harus bisa mengajarkan berbagai hal yang baik. Sangat penting bagi kita untuk mengajarkan sifat terpuji bagi putra putrinya.

Ucapkanlah kata-kata yang baik untuk anak, supaya anak mengucapkan kata-kata yang baik pula pada saat berbicara dengan orang lain. Begitu juga dengan perlakuan dan sikap. Tunjukan sebuah perlakuan ataupun sikap yang baik pada anak, supaya dia juga melakukan sesuatu yang baik pada kita dan orang lain.

Jangan Pernah Memukul Anak


Tak jarang, pada saat emosi kita akan memukul anak ketika anak nakal atau rewel. Kita  sebenarnya ingin memperlihatkan kepada lingkungannya bahwa kita tidak memanjakan anak bahkan terkesan menghukum anaknya. Sesungguhnya sikap kita tersebut tidaklah salah, namun untuk sekarang ini bukan zaman lagi kita memperlakukan anak dengan cara menyakiti fisik anak. Karena anak tidak akan bisa mengerti akan kesalahan yang diperbuatnya. Akan lebih baik jika kita memberikan pengertian namun tegas untuk anak.

Carilah Penyebabnya

Mendidik dan juga mengarahkan anak itu memang tidak selalu mudah. Banyak hal yang  harus kita pelajari. Menghadapi sikap temperamen anak, maka sebaiknya kita memperhatikan ataupun mencari apa yang akan menjadi pemicunya. Dengan mencari dan tahu akan penyebabnya, kita akan lebih mudah mencari solusi serta juga mengatasinya.

Mintalah Dukungan Keluarga atau Ahli

Jika sikap anak sudah terlalu cukup mengkhawatirkan dan kita tidak bisa mengatasinya, maka sebaiknya kita meminta bantuan keluarga atau bahkan bantuan ahli.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat anak kita lebih mudah di atur dari sebelumnya. Ajarkan anak bicara dengan cara sopan. Berikan banyak pengertian pada anak, jika memukul itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji alias jelek. Katakan pada anak jika kita sebagai manusia harus bisa saling menyayangi satu sama lain.

Jangan Membandingkan Anak Dengan Teman atau Saudaranya


Terkadang untuk bisa memberi contoh yang baik, kita bisa membandingkan anak dengan teman atau saudaranya yang berprilaku manis. Meski maksud kita baik, akan tapi hal ini akan membuat anak minder dan tersisih. Anak akan merasa tak berharga, dan bahkan bisa menambah sikap agresifnya. Maka, lebih baik nasihati dia secara perlahan. Perlakukan dia dengan lembut dan penuh kasih sayang. Katakan pada anak, kalau kita sangat bangga padanya jika ia bersikap baik.

Jangan Biarkan Anak Menonton Acara Televisi yang Menunjukkan Adegan Kekerasan


Dampingi anak pada saat menonton televisi. Jangan biarkan anak untuk menonton acara televisi yang mempertontonkan adegan kekerasan, seperti halnya memukul, memaki ataupun adegan negatif lainnya. Bagi usia kanak-kanak hal tersebut akan direkam dalam otaknya dan akan mempengaruhi mentalnya kelak. Maka bersikaplah secara selektif dalam memilih acara televisi. Pilihlah sebuah acara yang bersifat edukatif dan sesuai dengan usia anak-anak.

Nah moms! bagaimana dengan buah hati kita? Intinya kita sebagai  orang tua  kita tentu harus lebih paham bagaimana mengontrol dan memperbaiki kebiasaan buruk anak. Berikan perhatian yang lebih untuk anak dan berikan banyak kepercayaan pada anak untuk menjadi anak yang lebih baik. Ajarkan pada anak arti sebuah kasih sayang sesama manusia, terutama pada teman dan keluarganya. Dengan demikian anak akan tumbuh menjadi seorang anak yang lebih bermoral serta juga beretika.

Salam



0 komentar:

Post a Comment