Yuk! Kenali Berbagai Penyebab Karies Gigi dan Cara Jitu untuk Mengatasinya



Karies gigi merupakan kerusakan enamel gigi atau bagian terluar gigi yang bisa  mengakibatkan terjadinya banyak masalah pada gigi, termasuk juga sakit gigi. Karies ini  biasanya terjadi pada anak-anak, namun juga tidak tertutup kemungkinan kalau orang dewasa akan mengalaminya.

Saat Anda mengalami karies pada gigi, maka jangan tunggu sampai gigi Anda merasa sakit. Sebaliknya, maka kenali gejala karies pada gigi ini, kemudian segera periksakan ke dokter gigi supaya mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Terjadinya Karies Pada Gigi

Karies pada gigi ini terjadi karena adanya akumulasi kerusakan gigi yang biasa terjadi dalam waktu yang cukup lama. Proses terjadinya masalah pada gigi ini yaitu sebagai berikut:

•    Terbentuk Plak

Plak gigi yaitu cairan lengket yang melapisi bagian luar dari gigi Anda. Ketika Anda mengonsumsi berbagai makanan manis serta mengandung karbohidrat, kemudian Anda tidak dilanjutkan dengan sikat gigi, maka niscaya sisa makanan tersebut akan dikonsumsi bakteri jahat sehingga bisa membentuk lebih banyak plak.

•    Gigi Sensitif

Kadar asam pada plak bisa menghilangkan mineral yang biasa ada di enamel yang kemudian akan menimbulkan lubang pada gigi. Lubang ini merupakan jalan masuk bakteri untuk menuju lapisan kedua gigi atau dentin yang lebih lunak serta merupakan saluran penghubung menuju ke saraf gigi. Ketika bakteri tersebut sudah sampai di dentin, maka Anda pasti akan mengalami gigi sensitif.



•    Sakit Gigi
Pada saat bakteri sudah mencapai lapisan gigi yang mengandung saraf serta pembuluh darah, maka Anda pasti akan merasakan sakit gigi yang kadang kala disertai bengkak.

Karies gigi ini paling sering terjadi pada gigi bagian belakang, salah satunya yaitu karena pada area itu lebih sulit untuk dibersihkan dibanding dengan gigi lainnya. Pastikan juga kalau Anda selalu menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang berfluoride.

Gejala Karies Pada Gigi

Beberapa tanda yang bisa muncul menandakan gigi karies yang cukup mudah untuk Anda kenali yaitu sebagai berikut :

•    Munculnya sebuah bercak berwarna cokelat ataupun hitam di gigi

•    Pada saat makan ataupun minum, maka Anda akan merasakan sebuah sensasi yang membuat sangat tidak nyaman

•    Napas tercium bau

•    Gigi sensitif, yaitu rasa seperti nyeri ataupun tertusuk pada saat Anda makan ataupun minum panas, dingin, bahkan yang terasa cukup manis.

Cara Menangani Gigi yang Rusak Akibat Karies



Beberapa bentuk perawatan gigi karies yang bisa Anda lakukan di dokter gigi yaitu sebagai berikut:

•    Memberikan Fluoride

Perawatan ini bisa dilakukan jika karies masih pada tahap awal. Dosis fluoride yang bisa diberikan ini melebihi jumlah zat yang sama yang biasa ada di pasta gigi yang dijual bebas.

•    Tambal Gigi

Opsi ini bisa dilakukan bila karies gigi Anda sudah menimbulkan lubang pada gigi. Terdapat berbagai macam pilihan tambalan gigi yang bisa untuk Anda pilih, misalnya resin sewarna gigi, porselen, amalgam, ataupun kombinasinya.

•    Mahkota Gigi

Ketika karies tersebut sudah membuat gigi Anda mulai rapuh, maka dokter akan menyarankan untuk Anda memasang mahkota gigi. Mahkota ini biasanya dipasang hanya di permukaan gigi dengan memberikan pilihan material yang biasa terbuat dari emas, poselen berkekuatan tinggi, resin, porselen campur baja, dan lain sebagainya.

Mencegah itu memang lebih baik daripada mengobati. Pencegahan karies gigi bisa Anda lakukan dengan cara menyikat gigi 2-3 kali sehari. Membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi, berkumur dengan menggunakan air garam, periksa gigi secara teratur ke dokter gigi paling sedikit setidaknya 6 bulan sekali, dan minum air putih 2 liter per hari.

Salam




Anak Suka Main MedSos, Dampingi Dengan Bijak ya Mom!



Anak Suka Main MedSos, Dampingi Dengan Bijak ya Mom! Pada zaman now ini, banyak sekali orangtua yang sudah mulai membuatkan akun media sosial untuk anak. Sebelum anak kita masuk ke dunia Facebook, Instagram, Twitter dan berbagai macam media social yang lainnya. Maka ingat ya mom! kita perlu juga memberikan banyak pelajaran seputar media sosial pada anak supaya ia tak kaget dengan apa yang akan terjadi di alam sana hehehe...

Seperti yang sering kita lihat ya mom! Banyak sekali para mamah muda di luar sana yng mulai membuatkan instagram atau yang lainnya buat sang buah hati yang bayi ataupun balita. Para mamah muda itu pasti mengaku kalau pembuatan akun Instagram untuk bayinya itu pasti sudah direncanakannya sejak sang anak masih di dalam kandungan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk bisa mendokumentasikan pertumbuhan penting anaknya.

Jadi, saat para mamah muda ini ditanya kapan waktu yang tepat untuk bisa memberikan akun media sosial itu untuknya? Maka jawabannya yaitu pada saat ia sudah selesai mengenyam pelajaran media sosial dari mereka.

Nah, mom! Berikut ini ada beberapa hal atau pelajaran penting seputar media social yang sangat perlu untuk diketahui oleh anak kita. Maka dari itu, bijaklah kita sebagai orangtua ketika mendampingi anak suka main media social.

Semua Orang Pamer

Orang yang ada di media sosial pasti akan memamerkan kalau mereka sedang berada di mana, sedang makan apa, bersama siapa, pakai baju apa, liburan ke mana, naik apa, dan sebagainya. Disini anak akan melihat betapa beruntungnya orang-orang tersebut.

Nah mom! katakan pada anak bahwa kesempurnaan yang ada di media sosial itu bukanlah sebuah kehidupan sesungguhnya. Ketika kita mengatakan ini, kita juga bisa memberitahukan salah satu efek buruk yang ada di media sosial padanya, yaitu rasa iri hati terhadap kehidupan yang ditampilkan orang lain yang ada di sosial media.

nah, moms! untuk hal ini bisa baca juga disini ya Cara Bijak Mendampingi Anak Bermedia Sosial

Hiduplah di Dunia Nyata

Seperti apa pun seseorang yang menampakkan dirinya di media sosial, maka hal tersebut tak akan sama dengan kehidupan dunia nyata. Karena itulah, sangat penting untuk kita mengingatkan anak untuk hidup di dunia nyata.

Beberapa selebgram akan terlihat tampak sempurna karena ia memang sedang mengiklankan produk tertentu, difoto dengan fotografer khusus, dan riasan wajah dari make up artist ternama. Jadi sangat wajar jika terlihat bagus.

Namun di dunia nyata, kehidupan seseorang itu tidaklah sesempurna media sosialnya. Jadi mom, ajarilah anak untuk bisa lebih realistis.




Tanya Pada Diri Sendiri Sebelum Mempublikasikan Sesuatu

Dengan adanya undang-undang UU ITE soal ujaran kebencian, ketika anak suka main media sosial maka kita sangat wajib mengajari anak konsekuensi dari postingan yang kan ia unggah di media sosialnya. Kembangkan dengan pertanyaan berikut:

•    Apakah akan ada orang yang akan tersinggung dengan postingan saya?

•    Apakah saya akan menyinggung agama, ras, dan suku?

•    Apakah itu merupakan sebuah konten original milik saya?

•    Apakah yang saya posting tersebut hoax atau bukan?

•    Apakah suatu hari saya atau orang lain akan merasa sangat malu dengan postingan ini?

Jika jawabannya “Ya” maka mom ingatkan anak untuk jangan memposting hal tersebut.

Media Sosial Tak Bisa Menggantikan Interaksi Langsung

Jangan sampai, jika anak kita menjadi sangat populer di media sosial, maka ia akan lupa bagaimana caranya untuk berinteraksi dengan orang lain. Sekalipun tak ada kamera, anak itu harus tahu bagaimana caranya untuk tersenyum di depan orang lain.

Mom! ajari anak caranya memberikan sebuah pujian yang baik, tak sekedar likes yng ada di media sosial dan berapa banyak orang yang melihat videonya. Beritahu padanya bagaimana caranya untuk memberikan apresiasi langsung yang ada di dunia nyata pada seseorang yang berprestasi.

Berkomunikasi dengan nenek lewat video call itu bukan berarti anak tak perlu untuk bertemu neneknya sama sekali. Seseorang yang tampak baik di dunia maya itu belum tentu baik juga di dunia nyatanya.

Jangan Posting Jika Tak Bisa Mengatakan Hal Baik

Anak baik-baik yang ada di dunia nyata itu belum tentu akan jadi anak baik yang ada di dunia maya. Ia bisa jadi pelaku bullying, atau bahkan juga jadi korbannya. Sebagai ibu yang baik, maka kita sebaiknya contoh berasal dari diri kita sendiri. Tahan diri sebelum mau menghakimi orang lain yang ada di media sosial.

Jika tak setuju dengan sebuah perilaku seseorang yang ada di media sosial, maka ingatkan diri sendiri untuk tidak memberikan banyak komentar nyinyir kepadanya. Jangan sampai anak kita meniru kita dalam hal mem-bully orang yang ada di media sosial.

Moms, bisa juga nyari banyak informasi seputar hal ini di Media Sosial Untuk Anak, Seberapa Penting dan Kapan Bisa Mulai Dikenalkan

Tidak Ada Hal yang Privat

Laman RD pernah menegaskan bahwa apapun yang telah dibagi di media social itu bukanlah hal privat sekalipun settingan media sosialnya sudah dilakukan secara privat. Segala sesuatu itu bisa di-screenshot ataupun ditangkap oleh layar serta juga dibagikan secara luas ke publik.

Jadi mom ingatkan pada anak suka main di media sosial kalau jangan pernah percaya jika ada seseorang di dunia maya bilang kalau foto itu hanyalah konsumsi mereka berdua. Karena hal tersebut pasti menyebar ke mana-mana jika nanti ada suatu masalah. Sebuah akun media sosial itu bisa di hack oleh orang, ponsel bisa hilang, bahkan seseorang bisa berkhianat. Maka dari itu dengan menyimpan hal privasi yang ada di gadget serta media sosial itu sama sekali tidaklah aman.




Tenang Dalam Merespon Berbagai Postingan

Kadang seseorang itu bisa lebih terlihat berani di media sosial. Jika sebuah postingan di media social bisa membuat anak emosi, maka ajari dia untuk bisa menahan emosi tersebut supaya tidak membuat blunder yang sama.

Jangan sampai, hanya karena merespon secara emosional, maka nantinya anak akan kena masalah yang baru. Jika postingan itu terlihat menghina dirinya, maka ajarilah anak untuk bisa memberitahukan hal yang mengganggunya yang ada  di media sosial itu kepada orang dewasa yang telah dipercaya.

Membiarkan Anak Untuk Merasakan Sakit Hati

Sebagai orangtua, kita pasti sangat bersedih jika melihat anak bersedih. Tapi hal yang menyakitkan tersebut akan bisa jadi pelajaran yang sangat berharga untuknya. Namun jangan sampai rasa sakit hatinya tersebut jadi dendam. Ubahlah rasa sakitnya itu menjadi rasa  empati, jangan sampai orang merasakan hal sama seperti yang pernah anak kita rasakan.

Atur Screen time

Sekalipun anak sudah mempunyai gadget sendiri, kita tetap harus bisa mengatur screen time dengan bijak. Jika anak tak mau meletakkan gadgetnya, maka matikan saja wifi yang ada di rumah sehingga tidak akan ada lagi akses internet.

Untuk bisa memberi pelajaran media sosial tersebut secara optimal pada anak, maka kita juga harus bisa menjadi contoh yang cukup baik untuk anak. Jangan sampai anak justru akan mencontoh perilaku buruk kita sebagai orangtua di internet.

Inilah pelajaran media sosial yang wajib diketahui oleh kita semua ya mom! Semoga ketika anak suka main di media social, maka anak kita bisa terhindar dari berbagai macam kejahatan internet yang ada di sekitarnya.

Salam