Anak Suka Main MedSos, Dampingi Dengan Bijak ya Mom!



Anak Suka Main MedSos, Dampingi Dengan Bijak ya Mom! Pada zaman now ini, banyak sekali orangtua yang sudah mulai membuatkan akun media sosial untuk anak. Sebelum anak kita masuk ke dunia Facebook, Instagram, Twitter dan berbagai macam media social yang lainnya. Maka ingat ya mom! kita perlu juga memberikan banyak pelajaran seputar media sosial pada anak supaya ia tak kaget dengan apa yang akan terjadi di alam sana hehehe...

Seperti yang sering kita lihat ya mom! Banyak sekali para mamah muda di luar sana yng mulai membuatkan instagram atau yang lainnya buat sang buah hati yang bayi ataupun balita. Para mamah muda itu pasti mengaku kalau pembuatan akun Instagram untuk bayinya itu pasti sudah direncanakannya sejak sang anak masih di dalam kandungan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk bisa mendokumentasikan pertumbuhan penting anaknya.

Jadi, saat para mamah muda ini ditanya kapan waktu yang tepat untuk bisa memberikan akun media sosial itu untuknya? Maka jawabannya yaitu pada saat ia sudah selesai mengenyam pelajaran media sosial dari mereka.

Nah, mom! Berikut ini ada beberapa hal atau pelajaran penting seputar media social yang sangat perlu untuk diketahui oleh anak kita. Maka dari itu, bijaklah kita sebagai orangtua ketika mendampingi anak suka main media social.

Semua Orang Pamer

Orang yang ada di media sosial pasti akan memamerkan kalau mereka sedang berada di mana, sedang makan apa, bersama siapa, pakai baju apa, liburan ke mana, naik apa, dan sebagainya. Disini anak akan melihat betapa beruntungnya orang-orang tersebut.

Nah mom! katakan pada anak bahwa kesempurnaan yang ada di media sosial itu bukanlah sebuah kehidupan sesungguhnya. Ketika kita mengatakan ini, kita juga bisa memberitahukan salah satu efek buruk yang ada di media sosial padanya, yaitu rasa iri hati terhadap kehidupan yang ditampilkan orang lain yang ada di sosial media.

nah, moms! untuk hal ini bisa baca juga disini ya Cara Bijak Mendampingi Anak Bermedia Sosial

Hiduplah di Dunia Nyata

Seperti apa pun seseorang yang menampakkan dirinya di media sosial, maka hal tersebut tak akan sama dengan kehidupan dunia nyata. Karena itulah, sangat penting untuk kita mengingatkan anak untuk hidup di dunia nyata.

Beberapa selebgram akan terlihat tampak sempurna karena ia memang sedang mengiklankan produk tertentu, difoto dengan fotografer khusus, dan riasan wajah dari make up artist ternama. Jadi sangat wajar jika terlihat bagus.

Namun di dunia nyata, kehidupan seseorang itu tidaklah sesempurna media sosialnya. Jadi mom, ajarilah anak untuk bisa lebih realistis.




Tanya Pada Diri Sendiri Sebelum Mempublikasikan Sesuatu

Dengan adanya undang-undang UU ITE soal ujaran kebencian, ketika anak suka main media sosial maka kita sangat wajib mengajari anak konsekuensi dari postingan yang kan ia unggah di media sosialnya. Kembangkan dengan pertanyaan berikut:

•    Apakah akan ada orang yang akan tersinggung dengan postingan saya?

•    Apakah saya akan menyinggung agama, ras, dan suku?

•    Apakah itu merupakan sebuah konten original milik saya?

•    Apakah yang saya posting tersebut hoax atau bukan?

•    Apakah suatu hari saya atau orang lain akan merasa sangat malu dengan postingan ini?

Jika jawabannya “Ya” maka mom ingatkan anak untuk jangan memposting hal tersebut.

Media Sosial Tak Bisa Menggantikan Interaksi Langsung

Jangan sampai, jika anak kita menjadi sangat populer di media sosial, maka ia akan lupa bagaimana caranya untuk berinteraksi dengan orang lain. Sekalipun tak ada kamera, anak itu harus tahu bagaimana caranya untuk tersenyum di depan orang lain.

Mom! ajari anak caranya memberikan sebuah pujian yang baik, tak sekedar likes yng ada di media sosial dan berapa banyak orang yang melihat videonya. Beritahu padanya bagaimana caranya untuk memberikan apresiasi langsung yang ada di dunia nyata pada seseorang yang berprestasi.

Berkomunikasi dengan nenek lewat video call itu bukan berarti anak tak perlu untuk bertemu neneknya sama sekali. Seseorang yang tampak baik di dunia maya itu belum tentu baik juga di dunia nyatanya.

Jangan Posting Jika Tak Bisa Mengatakan Hal Baik

Anak baik-baik yang ada di dunia nyata itu belum tentu akan jadi anak baik yang ada di dunia maya. Ia bisa jadi pelaku bullying, atau bahkan juga jadi korbannya. Sebagai ibu yang baik, maka kita sebaiknya contoh berasal dari diri kita sendiri. Tahan diri sebelum mau menghakimi orang lain yang ada di media sosial.

Jika tak setuju dengan sebuah perilaku seseorang yang ada di media sosial, maka ingatkan diri sendiri untuk tidak memberikan banyak komentar nyinyir kepadanya. Jangan sampai anak kita meniru kita dalam hal mem-bully orang yang ada di media sosial.

Moms, bisa juga nyari banyak informasi seputar hal ini di Media Sosial Untuk Anak, Seberapa Penting dan Kapan Bisa Mulai Dikenalkan

Tidak Ada Hal yang Privat

Laman RD pernah menegaskan bahwa apapun yang telah dibagi di media social itu bukanlah hal privat sekalipun settingan media sosialnya sudah dilakukan secara privat. Segala sesuatu itu bisa di-screenshot ataupun ditangkap oleh layar serta juga dibagikan secara luas ke publik.

Jadi mom ingatkan pada anak suka main di media sosial kalau jangan pernah percaya jika ada seseorang di dunia maya bilang kalau foto itu hanyalah konsumsi mereka berdua. Karena hal tersebut pasti menyebar ke mana-mana jika nanti ada suatu masalah. Sebuah akun media sosial itu bisa di hack oleh orang, ponsel bisa hilang, bahkan seseorang bisa berkhianat. Maka dari itu dengan menyimpan hal privasi yang ada di gadget serta media sosial itu sama sekali tidaklah aman.




Tenang Dalam Merespon Berbagai Postingan

Kadang seseorang itu bisa lebih terlihat berani di media sosial. Jika sebuah postingan di media social bisa membuat anak emosi, maka ajari dia untuk bisa menahan emosi tersebut supaya tidak membuat blunder yang sama.

Jangan sampai, hanya karena merespon secara emosional, maka nantinya anak akan kena masalah yang baru. Jika postingan itu terlihat menghina dirinya, maka ajarilah anak untuk bisa memberitahukan hal yang mengganggunya yang ada  di media sosial itu kepada orang dewasa yang telah dipercaya.

Membiarkan Anak Untuk Merasakan Sakit Hati

Sebagai orangtua, kita pasti sangat bersedih jika melihat anak bersedih. Tapi hal yang menyakitkan tersebut akan bisa jadi pelajaran yang sangat berharga untuknya. Namun jangan sampai rasa sakit hatinya tersebut jadi dendam. Ubahlah rasa sakitnya itu menjadi rasa  empati, jangan sampai orang merasakan hal sama seperti yang pernah anak kita rasakan.

Atur Screen time

Sekalipun anak sudah mempunyai gadget sendiri, kita tetap harus bisa mengatur screen time dengan bijak. Jika anak tak mau meletakkan gadgetnya, maka matikan saja wifi yang ada di rumah sehingga tidak akan ada lagi akses internet.

Untuk bisa memberi pelajaran media sosial tersebut secara optimal pada anak, maka kita juga harus bisa menjadi contoh yang cukup baik untuk anak. Jangan sampai anak justru akan mencontoh perilaku buruk kita sebagai orangtua di internet.

Inilah pelajaran media sosial yang wajib diketahui oleh kita semua ya mom! Semoga ketika anak suka main di media social, maka anak kita bisa terhindar dari berbagai macam kejahatan internet yang ada di sekitarnya.

Salam 



0 komentar:

Post a Comment